Ketegaran Dewi, Tetap Semangat Meski Sudah 20 Tahun Hidup dengan Kanker

True Story

Ketegaran Dewi, Tetap Semangat Meski Sudah 20 Tahun Hidup dengan Kanker

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 15 Nov 2016 11:07 WIB
Ketegaran Dewi, Tetap Semangat Meski Sudah 20 Tahun Hidup dengan Kanker
Foto: Radian Nyi S/ detikHealth
Jakarta - Di usia 26 tahun, tepatnya sekitar tahun 1997, Dewi Yulita Krisnawati (46) terkena kanker tiroid. Ia pun menjalani operasi dan ablasi. Namun, siapa sangka 8 tahun kemudian, tepatnya di tahun 2005, Dewi terkena kanker payudara.

Tiga tahun kemudian, di tahun 2008, kanker payudara diketahui menyebar ke paru-paru. Tak berhenti sampai di situ, setahun kemudian, kanker payudara Dewi juga menyebar di otak kecil. Dan terakhir, di tahun 2016, kanker payudaranya menyebar ke mediastinum (rongga di antara paru-paru kiri dan kanan).

"Kebetulan saya juga ada kelenjar getah bening 4,5 cm karena penyebaran dari kanker payudara. Hari ini saya masih kemoterapi untuk terapi kanker yang menyebar ke mediastinum," kata Dewi saat ditemui usai Seminar Edukasi 'Lung Cancer Awareness' di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/11/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat terkena kanker payudara, operasi, kemoterapi, dan radiasi dijalani Dewi. Ketika kanker payudaranya menyebar ke paru-paru, ia menjalani kemoterapi enam kali. Lalu, operasi, bedah radiasi stereotaktik, dan kemoterapi oral selama 3,5 tahun dilakukan Dewi akibat kanker payudara yang menyebar ke otaknya.

Nah, untuk mengobati kanker yang kini menyebar ke mediastinum, Dewi menjalani radioterapi 25 kali, kemoterapi, dan tracheostomy. Pengobatan untuk kanker di mediastimun ditargetkan selesai pada Juni 2017 mendatang.

Mulanya, gejala kanker payudara Dewi berupa adanya benjolan di payudara. Namun, Dewi mengira benjolan itu adalah ASI yang tidak keluar. Sebab, saat itu Dewi baru saja selesai menyusui anak keduanya. Tapi siapa nyana, ketika dimammografi ditemukan bahwa kanker payudara Dewi sudah menginjak stadium 2B.

"Saat itu saya down. Ibaratnya saya nggak terima. Selama ini saya sudah rutin kontrol kenapa masih kena kanker juga. Selain itu pengobatan kanker tiroid juga cukup bikin saya trauma ya. Selama 2,5 bulan saya nggak bisa ngomong karena operasi yang dilakukan cukup besar," kata wanita yang juga menjadi Ketua I Cancer Information and Support Center (CISC) ini.

Baca juga: Anne Ketahuan Idap Kanker Berkat Anjing Terlatih Miliknya

Untuk itulah, Dewi menolak dioperasi dan ia justru memilih pengobatan alternatif. Mulai dari 'terapi' memindahkan kanker ke binatang, mengonsumsi mahkota dewa dan buah merah dijalani Dewi. Tapi yang terjadi, kanker payudaranya memburuk dan menjadi stadium 3C.

Lima bulan sempat menjalani pengobatan alternatif, Dewi akhirnya kembali berobat ke dokter. Berangkat dari pengalamannya, Dewi menyampaikan bahwa kanker adalah penyakit medis dan harus diobati secara medis. Meskipun, kini Dewi juga mengonsumsi ramuan herba tapi sifatnya hanya untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya saja, bukan sebagai penyembuh kanker yang diidapnya.

"Waktu kanker payudaranya nyebar ke paru, gejalanya saya batuk nggak sembuh-sembuh sampai sebulan. Dicek, ternyata kankernya sudah nyebar ke paru. Setelah kemoterapi tujuh bulan, saya pusing hebat. Ternyata, kanker payudaranya juga menyebar ke otak kecil. Langsung saya jalani operasi, lanjut radiasi, dan kemo oral," tutur Dewi.

Menurut dia, tracheostomy merupakan prosedur yang paling menyakitkan. Namun, itu tak membuat Dewi putus asa. Ia tetap rutin kontrol dan optimistis demi mencapai kesembuhannya. Saat ini, Dewi masih rutin kontrol ke dokter tiap dua minggu sekali.

Baca juga: Berawal dari Ruam dan Gatal, Collin Ketahuan Idap Kanker Penis (rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads