Dijelaskan oleh dr Fadhil, SpBS, bahwa sang pasien yang diketahui berumur 40 tahun tersebut ditemukan oleh warga dalam keadaan tak sadarkan diri setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Ambulans datang menjemput dan dengan sangat hati-hati memindahkan pasien ke RS.
Dari pemeriksaan awal diketahui bahwa pasien alami trauma kepala dan patah pada tulang lehernya. Tulang leher adalah tulang belakang yang terhubung langsung dengan otak sehingga di dalamnya terdapat kumpulan saraf penting. Cedera sedikit saja pada saraf tersebut maka dapat memicu kelumpuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kasus sang pasien, ajaibnya saraf sumsum tulangnya masih utuh. Ia masih dapat bereaksi menggerakkan beberapa anggota tubuh meski memang terlihat sudah muncul gejala kelemahan.
"Kondisinya sangat tidak stabil. Salah bergerak dia bisa mencederai langsung sumsum tulang belakangnya atau mencederai pembuluh darah, itu yang paling menegangkan. Bayangkan saraf sumsum tulang itu hanya sebesar kelingking jadi sebetulnya kalau ada trauma sedikit saja bisa fatal," kata dr Fadhil kepada detikHealth dan ditulis pada Jumat (13/1/2017).
Operasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan memakan waktu hingga kurang lebih delapan jam. Dokter memasang enam baut dan sebuah plat untuk mengembalikan posisi tulang leher pasien seperti semula.
Usai operasi pasien lalu diminta kembali menggerakkan anggota tubuh untuk mengkonfirmasi apakah ada cedera pada saraf. Hasilnya terlihat ada perbaikkan jelas pada kekuatan anggota gerak pasien.
Diprediksi pasien bisa kembali pulih dalam kurun waktu 8-12 minggu.
"Ini adalah kasus yang jarang, jarang ada yang bisa selamat. Kita setidaknya sudah berhasil dalam dua hal pertama mempertahankan dia untuk tetap hidup dan tidak jadi lumpuh," pungkas dr Fadhil.
Baca juga: Setelah Baca Penjelasan Dokter Ini, Yakin Masih Mau Gemeretakkan Leher? (fds/vit)











































