Senin, 20 Feb 2017 15:39 WIB

True Story

Jalani Transplantasi Wajah, Kini Andy Punya Wajah Baru

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: YouTube/Mayo Clinic
Jakarta - Tiga minggu setelah operasi, Andy Sandness akhirnya berani menatap ke cermin, meski tak yakin jika wajahnya bisa kembali seperti semula. Yang pasti itu bukanlah wajahnya sendiri.

Andy menjalani operasi transplantasi wajah pada tanggal 16 Juni tahun lalu. Salah satu jenis operasi terlangka di dunia itu digelar di Mayo Clinic, Rochester, Minnesota. Perlu diketahui bahwa ini adalah operasi transplantasi wajah pertama yang digelar Mayo Clinic.

Karena belum bisa bicara dengan jelas, Andy kemudian menuliskan responsnya saat pertama kali melihat wajah barunya. Saat itu ia menulis, "Jauh melebihi ekspektasi saya."

Menariknya, ada kesamaan kisah antara Andy dengan pria yang mendonorkan wajahnya untuk Andy, namanya Calen Ross. Keduanya sama-sama pernah melakukan percobaan bunuh diri di usia 21 tahun.

Pria asal Wyoming ini mengaku wajahnya rusak berat karena percobaan bunuh diri dengan memasukkan pistol ke dalam mulutnya, di tahun 2006. Sedangkan Calen tak selamat setelah menembak dirinya sendiri pada bulan Juni di tahun yang sama.

Andy memang tengah depresi ketika akhirnya mencoba menembak dirinya sendiri. Tetapi saat itu juga ia menyesali perbuatannya. Untunglah ia selamat dan begitu sampai di rumah sakit, ia memohon kepada tim dokter untuk dipulihkan.

Setelah itu, pria berusia 32 tahun tersebut sempat menjalani 8 kali operasi dalam kurun 4,5 bulan untuk membetulkan wajahnya. Tetapi kerusakan di wajahnya masih dianggap terlalu buruk hingga ia tak sanggup melihat dirinya sendiri di cermin.
Jalani Transplantasi Wajah, Kini Andy Punya Wajah Baru Foto: YouTube/Mayo Clinic

Baca juga: Kisah Hunter, Kembali Pede Setelah Hampir 10 Tahun Berwajah Tak Sempurna

Hingga akhirnya tahun lalu, Andy mendaftarkan diri untuk mendapatkan organ donor. Kebetulan istri Calen, juga diamanahi oleh suaminya untuk menjadikannya donor organ. Lily kemudian menemui salah seorang agen dari LifeSource, sebuah yayasan nonprofit yang memfasilitasi keluarga yang ingin mendonorkan organ atau mencari donor.

Awalnya Lily mengaku tidak nyaman dengan kenyataan wajah suaminya ada di tubuh orang lain. Namun belakangan tim dokter meyakinkan dirinya bahwa hanya sebagian besar wajah Calen saja yang diambil, yaitu hidung, pipi, bibir, mulut, rahang, dagu, dan gigi. Sedangkan kedua mata dan dahi Andy masih sama, sehingga wajah Andy kelak jauh dari mirip dengan Calen.

Operasi transplantasi pun digelar selama 56 jam dan melibatkan 60 dokter bedah, perawat dan tim medis lainnya. "Hasilnya betul-betul sebuah keajaiban," kata dr Samir Mardani, salah satu dokter yang menangani Andy.

Samir menjelaskan, tindakan operasi harus dilakukan dengan penuh ketelitian karena tingkat kerumitannya yang tinggi. Di antaranya untuk menentukan percabangan saraf di wajah Andy maupun Calen lalu mencocokkannya.

Setelahnya, tim bedah juga menggunakan aliran listrik untuk menentukan fungsi saraf-saraf tersebut, seperti kemampuan untuk tersenyum atau sekadar membuka dan menutup kedua mata. Hal-hal sepele ini dianggap penting untuk menentukan berhasil tidaknya prosedur yang mereka laksanakan.

Desember lalu, Andy juga telah menjalani operasi lanjutan untuk mengencangkan kulit di wajah dan lehernya, serta memperbaiki tulang di seputaran matanya. Otot-otot di wajahnya juga dilaporkan makin menguat dari waktu ke waktu. Kini ia telah mulai mengikuti terapi bicara.

Menurut Samir, biasanya butuh waktu bertahun-tahun untuk menemukan donor yang tepat bagi pasien dengan kerusakan wajah. Namun pria yang berprofesi sebagai tukang listrik itu sangat beruntung, karena Andy hanya menunggu selama lima bulan saja sebelum akhirnya bertemu dengan pendonornya.

"Sekarang saya sudah bisa mengunyah makanan dan makan makanan yang normal. Sensasi di wajah saya juga mulai membaik, begitu juga dengan kepercayaan diri saya," tuturnya seperti dilaporkan Mayo Clinic.org.

Tak lupa Andy mengucapkan banyak terima kasih kepada Lily. Walaupun tak pernah bersua, Andy sempat mengirimkan sepucuk surat kepada Lily untuk menyampaikan hal itu. Apalagi baik Andy maupun Calen sama-sama memiliki hobi berburu.

"Ia masih akan tetap menggemari hobi berburu dan memancing serta mencintai anjing lewat diriku," tulis Andy kepada Lily.

Baca juga: Transplantasi Kembalikan Wajah Patrick yang Nyaris 'Rata' Akibat Luka Bakar (lll/vit)