Idap Tumor Langka, Harapan Hidup Bocah Ini Disebut Tinggal 2 Tahun

True Story

Idap Tumor Langka, Harapan Hidup Bocah Ini Disebut Tinggal 2 Tahun

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 24 Feb 2017 14:00 WIB
Idap Tumor Langka, Harapan Hidup Bocah Ini Disebut Tinggal 2 Tahun
Foto: go fund me
Massachusetts - Tiga minggu lalu, bocah 6 tahun bernama Devin Suau ini jatuh dan mengalami gegar otak. Saat menjalani evaluasi, baru diketahui bahwa ia terkena tumor otak langka.

Dokter mendiagnosis Devin dengan Diffuse Intrinsic Pontine Giloma (DIPG), jenis tumor otak langka yang tidak bisa dioperasi dan belum diketahui pasti obatnya. Atas diagnosis ini, Devin disebutkan hanya bisa bertahan hidup maksimal dua tahun lagi.

"Tiga minggu lalu kami adalah keluarga yang normal. Tapi hari ini, hasil pemeriksaan Devin menunjukkan bahwa tumornya sudah berkembang dengan cepat," kata ayah Devin, James Suau kepada Fox 25.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Devin menjalani radioterapi untuk membuat dirinya nyaman. Keluarga pun membuat kampanye #WhyNotDevin. Dalam artian, mengapa tidak jika Devin menjadi pasien DIPG yang bertahan, apalagi kini ia diketahui sudah mengalami stadium terminal.

"Diberitahu bahwa anak usia 6 tahun Anda punya maksimal kesempatan hidup 2 tahun, itu di luar apa yang bisa Anda pahami," kata Christine Suau.

Sejak kampanye dilakukan, masyarakat banyak yang memberi dukungan pada Devin. Di halaman Facebook Why Not Devin, beberapa netizen memberi semangat dengan menceritakan kisah keluarga mereka yang didiagnosis tumor otak tapi bisa bertahan hidup.

Baca juga: Akhirnya Tumor 2 Kg di Wajah Bocah Ini Berhasil Diangkat

Idap Tumor Langka, Harapan Hidup Bocah Ini Disebut Tinggal 2 TahunFoto: go fund me


Bahkan, kampanye tenyang Devin ini juga ikut disebarkan oleh Kim Kardashian. Di akun twitternya, Kim menulis baru membaca kisah Devin yang menyedihkan dan ia harap masyarakat bisa menyebarluaskan berita ini.

"Saya berdoa untuk Devin," tulis Kim. Di situs Go Fund Me, keluarga juga mengumpulkan dana untuk pengobatan bocah tersebut. Sampai saat ini, sudah terkumpul dana Rp 2,3 miliar dari target Rp 3,3 miliar.

Dikutip dari Daily Mail, dokter menjelaskan bahwa DIPG merupakan bentuk tumor yang sangat langka dan agresif dan kerap ditemukan pada anak berusia antara lima sampai sembilan tahun. Jenis tumor ini terletak di dasar otak dan bagian atas tulang belakang.

Seiring berjalannya waktu, tumor ini bisa berdampak pada fungsi penting tubuh. Di antaranya detak jantung, pernapasan, kemampuan menelan, penglihatan, dan keseimbangan tubuh.

Baca juga: Kisah Anak Pasien Kanker dan 'Hadiah' Berharga dari Tukang Sampah

(rdn/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads