Saat itu Jennifer Williamson tengah bepergian bersama putranya, Aaron yang berusia 13 tahun. Ia tidak menjelaskan pasti kemana tujuannya, namun begitu sampai di Dallas/Fort Worth International Airport, ia tak menyangka Aaron akan diperiksa secara berlebihan oleh petugas bandara.
Dalam video yang diunggah Jennifer di laman Facebook-nya, terlihat jelas Aaron diperiksa oleh petugas TSA (Transportation Security Administration) di bandara tersebut selama dua menit atau lebih dari durasi pemeriksaan biasanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini menjadi persoalan besar bagi Jennifer karena Aaron mengidap sensory processing disorder (SPD). "Petugas memeriksanya secara berlebihan. Mereka bahkan memeriksa area-area sensitifnya, lebih dari yang diperlukan. Padahal ia juga tidak menggunakan pakaian yang berlebihan atau sejenisnya," tutur Jennifer.
Dengan kondisinya yang seperti itu, putra Jennifer tak tahan bila disentuh, apalagi oleh orang yang tak dikenal.
Karena insiden tersebut, Jennifer menuduh TSA memperlakukan keluarganya tak ubahnya 'anjing'. "Kami diperlakukan dengan sangat tidak hormat, seakan-akan kami ini kriminal," kata Jennifer dalam wawancara dengan 'CBS This Morning' baru-baru ini.
Baca juga: Tanda-tanda Gangguan Sensorik pada Anak
SPD tergolong sebagai sebuah kondisi saraf di mana otak kesulitan atau mengalami gangguan ketika menerima informasi dari indera-indera yang ada. Gejalanya pun beragam, ada yang ringan, ada yang sampai melumpuhkan.
Gejala yang terlihat pada tiap orang juga bisa berbeda-beda. Namun biasanya selalu disertai dengan kepekaan yang berlebihan pada suara, cahaya maupun sentuhan.
Elysa Marco, MD dari Sensory, Neurodevelopment and Autism Program (SNAP), University of California San Fransisco mengungkapkan sebagian pasiennya menyebut sensasi ketika disentuh, bahkan sentuhan ringan sekalipun, setara dengan gatal 100 kali lipat.
"Ambang batas pasien kami terhadap stimuli atau rangsangan sangatlah rendah. Dan pada pasien tertentu, mereka tidak bisa merasakan sensasi apapun lalu tidak memberikan reaksi terhadap rangsangan seperti panas, dingin, sakit yang ekstrem sekalipun," lanjutnya.
Marco menambahkan, kondisi ini umumnya ditemukan pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. SPD biasanya terjadi pada anak yang lahir prematur atau mengalami kondisi genetik tertentu.
Baca juga: Kursi Bola Tenis Buatan Bu Guru untuk Murid dengan Masalah Sensori
Saat dikonfrontir, TSA mengatakan itu hanyalah bagian dari prosedur baru mereka. Sebelum dilakukan pemeriksaan, si petugas telah menjelaskan apa yang akan mereka lakukan kepada calon penumpang.
Petugas TSA juga mengatakan pemeriksaan ini dilakukan untuk merespons alarm dari laptop yang ada di dalam tas Aaron.
Kendati begitu, Jennifer khawatir jika putranya menjadi cemas atau bahkan trauma bila diajak bepergian. Padahal keluarganya kerap melakukan perjalanan. Untungnya selepas insiden tersebut, ia telah berbicara empat mata dengan Aaron dan sang putra memaklumi itu.
Upaya Jennifer juga mendapatkan apresiasi positif. Sejak diunggah pertama kali pada tanggal 26 Maret lalu, video tentang putra Jennifer telah dilihat lebih dari 7,2 juta kali dan dibagi lebih dari 107.000 kali.
Dengan mengunggah video pemeriksaan putranya, Jennifer juga telah meningkatkan kesadaran publik akan adanya kondisi seperti SPD. (lll/vit)











































