"Gara-gara nonton talkshow aku ngerasa ada yang aneh di payudara seperti benjolan ukurannya segundu dan nggak sakit," ucap Mieke saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.
Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara di Puskesmas, Perlukah Tersedia Mommogram?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dokter di klinik memang merasakan ada benjolan tapi untuk lebih jelasnya, saya diminta ke RS," sambung wanita berusia 48 tahun ini.
Di RS, Mieke menjalani USG (ultrasonografi) terlebih dahulu sebelum melalukan biopsi. Nah, dari hasil biopsi, Mieke dinyatakan terkena kanker payudara.
"Akhirnya dioperasi. Jadi pesannya kalau lebih tahu dini (diketahui terkena kanker) lebih bagus hasilnya," imbuh Mieke.
Selain prosedur operasi, Mieke juga menjalani kemoterapi dan penyinaran atau radioterapi untuk mencegah berkembang dan kembalinya sel kanker. Kemoterapi dijalani Meike sebanyak 6 kali dan radioterapi 30 kali.
Nah, berkat pengobatan tersebut ia berhasil sembuh dari kanker dengan proses yang tidak terlalu memakan waktu.
"Tahu persis kena kanker itu 30 Aprildan terakhir sinar itu 23 Maret. Jadi kurang dari satu tahun sudah selesai pengobatan," pungkas Meike.
Baca juga: Sadanis, Cara Deteksi Dini Kanker Payudara Selain Sadari dan Mammografi (rdn/up)











































