Sabtu, 22 Apr 2017 20:44 WIB

True Story

Kisah Kembar Dempet yang Tak Terpisahkan Hingga Remaja

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Twitter Carmen Andrade
New Milford, Connecticut - Lupita dan Carmen Andrade merupakan kembar dempet. Mereka memiliki sepasang kaki dengan dua badan yang menyatu. Hingga kini mereka tumbuh dewasa dalam keadaan tak terpisahkan.

Lupita dan Carmen saat ini berusia 16 tahun. Saat lahir, mereka diperkirakan hanya bisa bertahan hidup selama tiga hari. Tapi Tuhan berkehendak lain. Nyatanya kini mereka berdua telah berusia remaja meski dalam keadaan dempet.

Lupita dan Carmen masing-masing memiliki sepasang lengan. Namun bagian dada mulai menempel sampai panggul dan hanya memiliki sepasang kaki. Carmen mengendalikan kaki kanan, sedangkan Lupita mengendalikan kaki kiri. Demikian dikutip dari Daily Mail.

Saat masih kecil mereka bertahun-tahun menjalani terapi fisik untuk belajar duduk dan bekerja sama menggunakan kakinya. Di usia empat tahun, mereka akhirnya mulai bisa berjalan. Ketika ada rencana melakukan operasi pemisahan, keduanya menolak. Lagipula dokter-dokter di Meksiko dan AS mengatakan sulit melakukan operasi pemisahan karena Lupita dan Carmen berbagi banyak organ.

Lupita dan Carmen bersama Tyra BanksLupita dan Carmen bersama Tyra Banks Foto: Twitter Carmen Andrade
Kini keduanya sudah sangat kompak sehingga bisa melakukan banyak hal seperti yang dilakukan oleh anak-anak atau remaja lainnya. Meski kembar, ternyata Lupita dan Carmen begitu berbeda. Carmen dikenal sebagai sosok yang cerdas di sekolah. Sedangkan Lupita lebih pendiam dan harus berusaha lebih keras untuk bisa membaca.

Baca juga: Suksesnya Operasi Kembar Rifky-Rafky, Bukti Kompetensi Dokter di Indonesia

Saat makan siang di kantin, keduanya secara naluri mengambil makanan yang sama-sama diinginkan. Soal memakai pakaian pun mereka jarang memiliki perbedaan pendapat. Sering kali ketika berbicara, yang satu melengkapi kalimat yang lain. Demikian dikutip dari Courant.

Lupita diketahui mengalami skoliosis yang berpengaruh pada paru-parunya. Paru-paru Lupita berfungsi hanya dengan kapasitas 40 persen. Ketika Lupita mengalami kesulitan bernapas, maka Carmen harus bernapas lebih kuat.

Sebenarnya operasi bisa menjadi jalan keluar atas skoliosis yang dialami Lupita. Namun mereka berdua menganggap jika operasi dijalani, risikonya jauh lebih besar ketimbang manfaat yang didapat. Karena itu mereka berdua memutuskan untuk tidak melakukannya.

"Kami hanya ingin menjalani hidup. Hanya itu," ucap mereka.

Lupita dan Carmen merupakan kembar omphalopagus, yang dialami 10 persen dari semua kembar siam. Jadi mereka berdua masing-masing memiliki jantung, sepasang lengan, sepasang paru-paru dan perut. Akan tetapi mereka berbagi beberapa rusuk, hati, sistem peredaran darah, sistem pencernaan dan reproduksi.

Kandung kemih dan rahim tetap berfungsi, menjalankan perannya secara teratur. Namun sebenarnya salah satu dari merekalah yang benar-benar memegang kontrol terhadap beberapa organ yang dimiliki bersama.

Baca juga: Cerita Bayi Kembar yang Lahir dengan Kondisi Dempet Kepala

(vit/vit)