Selama beberapa waktu Eric dirawat di rumah sakit dan berhasil sembuh. Hanya saja kerusakan otak sudah telanjur terjadi sehingga menyisakan beberapa gejala permanen.
Sang ibu, Janet McCullough, mengatakan saat kembali pulang Eric sudah seperti anak yang berbeda. Sebelum sakit ia adalah anak periang dengan penuh energi namun sekarang mudah lelah secara fisik dan mental serta tidak bisa memahami konsep waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari anak yang ceria dan cemerlang sekarang ia disleksia dan membutuhkan banyak bantuan. Dia kesulitan untuk konsentrasi. Tapi ia tetap anak laki-laki kami," ungkap Janet seperti dikutip dari BBC, Selasa (9/5/2017).
Cedera otak sendiri diketahui bisa terjadi karena kecelakaan, infeksi, stroke, atau hipoksia (kekurangan oksigen). Bila terjadi kerusakan maka efeknya bisa berbeda-beda tergantung pada bagian otak apa yang terpengaruh.
Diagnosa yang cepat pada tiap kejadian menjadi kunci untuk mencegah adanya kerusakan lanjutan.
"Di rumah kami mendapat banyak bantuan, terutama dari anak-anak lain. Ini juga berat bagi mereka untuk beradaptasi dengan Erik yang baru. Erik yang lama sudah pergi," pungkas Janet.
Baca juga: Dampak Jangka Panjang Cedera Kepala: Tidur Jadi Bermasalah (fds/vit)











































