Senin, 29 Mei 2017 18:05 WIB

Turunkan Bobot 18 Kg Demi Sumbangkan Ginjal ke Teman

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Facebook/Rebekah Ceidro
Jakarta - Seumur hidupnya, wanita ini tak pernah sekalipun mengikuti perlombaan lari maraton. Ditambah lagi bobot tubuhnya mencapai lebih dari 90 kg. Namun semuanya berubah karena suatu alasan kemanusiaan.

Suatu ketika Rebekah Ceidro tak sengaja melihat postingan mantan rekan kerjanya, Chris Moore di Facebook. Pria yang telah lama mengidap penyakit ginjal kronis ini mengaku harus mendapatkan transplantasi untuk bisa bertahan hidup.

Moore hanya diberi waktu paling lama 6 bulan hingga satu tahun. Jika tidak, ia harus menjalani cuci darah untuk seumur hidupnya.

"Saya tak henti mengamati postingan itu dan hati saya tersentuh," tuturnya kepada Today.

Ia semakin merasa iba melihat tak ada yang mengomentari postingan tersebut. Saat itulah Ceidro merasa ia harus melakukan sesuatu.

Wanita berusia 33 tahun itu pun memutuskan mendonorkan ginjalnya untuk Moore. Ia lantas mengirimkan pesan pribadi kepada Moore dan tak disangka mereka memiliki golongan darah yang sama.

Tak berapa lama kemudian, Ceidro mendatangi tim medis di University of Pittsburgh Medical Center untuk mengecek kesiapan fisiknya. Ganjalan datang kemudian, ketika tim medis menyatakan bobot Ceidro terlalu besar, yaitu 97 kg dengan tinggi sekitar 170 cm.

Padahal aturannya, pendonor berusia di bawah 40 tahun dengan indeks massa tubuh (IMT) di bawah 32 kg/m2. Ini untuk meminimalkan risiko komplikasi bagi si pendonor, serta mempercepat masa pemulihan.

Ini berarti Ceidro harus menurunkan berat badannya sekitar 7 kg. Awalnya Ceidro tersinggung ketika diberitahu jika ia terlalu gemuk untuk bisa menyelamatkan nyawa temannya. Tetapi ia berhasil menangkap maksud baik di balik pernyataan tersebut.

Baca juga: Turunkan 31 Kg Berat Badan Agar Bisa Donorkan Ginjal untuk Suami

Ibu satu anak itu langsung mengubah gaya hidupnya, di antaranya mengunduh beberapa aplikasi untuk membantu memonitor nutrisi yang masuk ke tubuhnya berikut tingkat kebugarannya. Ia juga membiasakan berlari sejauh 1-2 km sehari dan mengkombinasikannya dengan latihan kekuatan.

"Saya katakan kepada diri saya sendiri bahwa saya akan mulai berlari dan terus berlari hingga saya bisa menempuh 5K setiap harinya," tekadnya.

Di musim berikutnya ia sudah kehilangan sekitar 20 kg berat tubuhnya. Sebagai ajang percobaan, ia ikut serta dalam UPMC Health Plan Pittsburgh Half Marathon dan berhasil menyelesaikannya dalam waktu 3 jam 14 menit.

"Setelah itu serasa tak ada lagi hal yang tak bisa saya capai di dunia ini karena saya berhasil menyelesaikan ini," ungkapnya bangga.

Moore sendiri kemudian terinspirasi dengan perjuangan temannya itu. "Saya lantas menggunakan itu untuk memupuk keberanian di diri saya. Kalau dia bisa melakukannya berarti saya juga bisa," timpal Moore.

Prosedur transplantasi rencananya akan dilaksanakan dalam kurun 3-6 bulan ke depan. Dan setelah itu Ceidro sudah berencana untuk berpartisipasi dalam Pittsburgh Marathon yang sedianya akan diselenggarakan di bulan Mei 2018. Semangat!

Baca juga: Agar Bisa Jadi Donor Transplantasi Sel, Tamera Turunkan Bobot 68,5 Kg (lll/up)