Awalnya Trish diberitahu bahwa ia terkena lupus. Namun setelah menjalani beragam tes selama 12 bulan, awal tahun 2016 lalu Trish dikonfirmasi memiliki penyakit autoimun dan muskuloskeletal langka bernama scleroderma.
Scleroderma diketahui terjadi ketika tubuh secara berlebih memproduksi protein kolagen. Dalam kondisi normal kolagen sebetulnya dibutuhkan untuk menjaga keutuhan jaringan ikat, otot, dan kulit namun bila berlebih maka yang terjadi justru akan ada penebalan jaringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kisah Perempuan Muda yang Tubuhnya Terancam 'Membatu'
"Pertama kali mendengar tentang penyakit ini, saya menangis karena deskripsinya sangat cocok seperti apa yang sedang saya alami... Saya takut karena ada tingkat mortalitasnya, tapi saya masih punya harapan," kata Trish seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa (6/6/2017).
Dokter di St Vincent's Hospital yang menangani kasus ini mengatakan tanpa terapi apapun Trish hanya memiliki waktu sekitar 3-5 tahun untuk hidup. Belum ada obat yang bisa menyembuhkan scleroderma namun Tris bisa memperlambat perjalanan penyakit dengan minum obat imunosupresan, steroid, dan krim pelembab untuk menjaga kulitnya.
Keluarga Tris juga turut berjuang dengan melakukan berbagai kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap scleroderma. Pada tanggal 26 Mei lalu misalnya sang mertua, suami, adik ipar, anak, dan sahabat melakukan gerakan aksi berjalan 500 ribu kaki.
"Jika semuanya berjalan lancar pasti akan sangat menyenangkan, tapi bila ada suatu hal terjadi saya tahu bahwa saya memiliki keluarga yang terbaik," kata Tris.
"Dulu kanker juga tidak ada obatnya, sekarang sudah banyak cerita sukses kanker. Jadi saya berharap suatu saat penyakit ini juga akan ada obatnya," pungkas Tris.
Baca juga: Agar Tak Seperti Patung, Wanita Ini Harus Berendam Minyak 3 Jam (fds/up)











































