Minggu, 14 Jan 2018 17:11 WIB

Jantung Bocah dari Timor Leste Ini Berdetak Hingga 200 Kali Per Menit

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Paulo Nascimento memiliki denyut jantung 200 bpm (Foto: ABC Australia) Paulo Nascimento memiliki denyut jantung 200 bpm (Foto: ABC Australia)
Jakarta - Paulo Nascimento terlihat seperti remaja asal Timor Leste pada umumnya. Ia suka sepakbola, klub favoritnya adalah Barcelona, idolanya adalah Lionel Messi.

Namun dibalik senyumnya, Paulo mengalami gangguan irama jantung yang cukup serius. Selama berjam-jam tiap harinya, jantung Paulo bisa berdetak hingga lebih dari 200 kali per menit.

Kondisi ini sangat berbahaya karena Paulo berisiko tinggi mengalami gagal jantung. Tak hanya itu, kondisi ini juga membuat tubuhnya mudah lelah dan bisa berujung pada berbagai macam gangguan kardiovaskular lainnya.

Baca juga: Peneliti Berhasil Kembangkan Jantung Buatan dari Silikon

Umumnya, jantung manusia berdetak mulai dari 60 hingga 100 kali per menit saat beristirahat, dan meningkat ketika beraktivitas. Pada atlet terlatih, detak jantung normalnya bisa mencapai 40 kali per menit saat istirahat.

Pakar kesehatan jantung dari Barwon Health, Australia, dr Mark Perrin mengatakan operasi untuk mengatasi kondisi Paulo tidak bisa dilakukan di Timor Leste. Berkat pertolongan dari lembaga amal East Timor Hearts Fund, Paulo pun dibawa ke Australia untuk menjalani operasi.

"Jantung kita hanya memiliki satu jalur yang menghubungkan bagian depan dan belakang jantung. Namun pada kasus Paulo, ada dua atau tiga jalur di jantungnya, sehingga denyut jantungnya lebih sering dari normal," tutur dr Perrin, dikutip dari ABC Australia.

Jantung Bocah dari Timor Leste Ini Berdetak Hingga 200 Kali Per MenitFoto: ABC Australia


Operasi dilakukan dengan menggunakan teknologi 3D untuk memetakan jantung Paulo. Setelah itu dengan laparoskopi, dokter akan menggunakan laser untuk menutup jalur yang menghubungkan bagian depan dan belakang jantung Paulo, hingga tersisa satu saja.

Operasi serupa pernah dilakukannya 18 bulan lalu. Namun hasilnya tidak maksimal karena dokter kesulitan menemukan jalur yang hendak ditutup, dan akhirnya Paulo mengalami kekambuhan.

"Jika operasi ini sukses, ia tidak akan perlu lagi melakukannya. Kondisinya bisa disembuhkan dan kami berharap Paulo bisa menjadi remaja normal," tutupnya.

Baca juga: Makanan dan Minuman yang Bikin Jantung Dag Dig Dug

(mrs/up)
News Feed