Kamis, 01 Feb 2018 19:30 WIB

Tak Ingin Dikasihani, Shanti Rosa Bangkit 'Melawan' Kanker Payudara

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Tak ingin dikasihani, Shanti justru buktikan dirinya kuat dengan 'melawan' kanker payudara yang diidapnya. Foto: Ais/detikHealth
Jakarta - Shanti Rosa Persada, wanita kelahiran 22 Mei 1967, Bukittingi, ini punya kisah hidup yang buat hati bergetar. Terdiagnosis kanker payudara di stadium yang tinggi (3B) justru membuatnya bangkit dan mendirikan komunitas Lovepink Indonesia.

Sejak didiagnosis pada Maret tahun 2010, ia telah menjalani kemoterapi sebanyak enam kali, mastektomi pada payudara sebelah kanan, radiasi sebanyak 30 kali, dan disambung HER2 sebanyak 20 kali. Kepada teman-teman semua yang hadir pada acara 'Hari Kanker Sedunia' yang dilaksanakan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rosa mengaku tidak pernah patah semangat saat menjalani pengobatan.

"Saya enggak pernah sedih kok waktu treatment, boleh cek ke dokter-dokter yang tangani saya. Kalau di rumah sakit saya nunggu kan bersama pasien lain, saya pasti membuat teman, saya berkenalan," katanya.

Awal mula menjalani pengobatan, Rosa belum memiliki teman yang juga seorang pejuang kanker. Sampai akhirnya di bulan Mei di tahun tahun yang sama, ia berkenalan dengan Madelina Mutia.

Baca juga: Cerita Dian Didiagnosis Kanker Payudara di Usia 26 Tahun

"Bulan ketiga saya dikenali mutual friend kita ke seseorang yang juga berjuang seperti saya namanya Madelina Mutia. Setelah saya berkenalan kok rasanya berbeda, menjalani bersama-sama dengan sendiri jauh berbeda. Jadi hari itu, saya bertekad dengan Muti bahwa kita harus selalu bergandengan tangan membantu teman-teman yang lain supaya mereka bersemangat menjalani pengobatan yang tidak mudah," kisah Rosa.

Hingga akhirnya di tahun 2011, Rosa mendirikan Lovepink bersama Muti sambil terus berjuang hingga tahun 2011. Tapi, ternyata 'hadiah Tuhan' diberikan lagi kepada Rosa di tahun 2015. Kankernya menyebar ke getah bening di leher. Ia pun menjalani kemo tanpa radiasi dan operasi untuk membuang benjolan.

Kini ia sudah menjadi seorang survivor kanker payudara. Satu lah yang Rosa garis bawahi, ia tidak disuka ditanya mengenai stadium yang ia miliki karena tidak ingin dikasihani.

"Saya suka enggak mau ditanya 'kamu stadium berapa?' Kok males ya nyebutnya stadium 4, karena orang langsung 'aduh kasian banget'. Tapi saya enggak mau dikasihani gitu lho, jadi ya lihat saya apa adanya sekarang dan jadikan saya inspirasi buat kalian semua," tutupnya.

Baca juga: Puting Melesak ke Dalam, Ternyata Shanti Kena Kanker Payudara Stadium 3B

(ask/up)