Minggu, 04 Feb 2018 22:48 WIB

Hari Kanker Sedunia

Dua Tahun Farah Hidup dengan Benjolan, Tak Disangka Kanker Tiroid Ganas

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock) Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Wajah ibu muda itu terlihat segar dan gembira, seraya menggandeng anak perempuannya dan membawa beberapa barang di tangan satunya.

Wanita tersebut kemudian mengenalkan dirinya sebagai Farah Amalia, berumur 28 tahun dan pernah menjalani operasi untuk mengangkat kanker tiroid yang bersarang di lehernya sejak tahun 2015 tanpa ia ketahui.

"Waktu itu masih hamil anak saya yang ini (menunjuk anak perempuan di sampingnya), sudah muncul benjolan kecil. Saya nggak ngeh, saya biarin aja itu sampai dua tahun. Kirain cuma bengkak biasa soalnya nggak kerasa sakit atau apa," tuturnya saat diwawancarai oleh detikHealth, Minggu (4/2/2018) di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ia bahkan baru memeriksa dirinya ketika ia merasa degup jantungnya tidak normal setelah berkegiatan. Di tahun 2017, Farah memutuskan untuk menjalani USG di salah satu RS di Jakarta, saat itu hasilnya belum menyebutkan kanker.

Namun oleh dokter, ia disarankan untuk mengambil operasi pengangkatan karena dianggap oleh dokter bahwa benjolan tersebut "tidak baik". Sebelum operasi, akhirnya diketahui bahwa bengkak di leher Farah adalah kanker tiroid yang sangat ganas.

"Pasti shock ya, merasa down karena pada saat itu saya lagi pengen punya anak lagi, punya anak laki-laki. Ingat anak-anak masih kecil. Dan juga saya merasa kecewa kenapa saat itu yang menangani operasi malah dokter bedah umum bukan dokter onkologi," tuturnya.

Baca juga: Kisah Perjuangan Wanita Melawan Dua Kanker Sekaligus

Penyebab Farah terkena kanker tiroid belum diketahui secara pasti. Menurutnya, kemungkinan disebabkan oleh stres atau kelelahan karena sebelumnya ia bekerja sebagai seorang wartawan di salah satu perusahaan berita. Ia mengaku, pekerjaan itu sangat berat.

Setelah menjalani operasi, Farah pun dirujuk ke RS Kanker Dharmais untuk menjalani tindakan selanjutnya. Di sana ia kembali disarankan untuk operasi pengangkatan total karena di leher kirinya juga ada sel kanker tiroid berukuran sedang yang dikhawatirkan justru akan menyebar dan semakin parah.

Farah dan anaknyaFarah dan anaknya Foto: Frieda Isyana Putri


Baca juga: Risiko Hipotiroid Usai Operasi Benjolan di Leher

Motivasi dan dukungan yang didapatkan oleh Farah saat itu mengubah jalan hidupnya. Bisnis catering yang sempat ia jalankan setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai wartawan pun kini ia kembangkan.

"Karena sakit tiroid itu pantangan paling besar adalah di makanannya. Harus diet garam, seafood, dan juga makanan berminyak. Makanya saya buat catering saya khusus untuk makanan sehat, selain untuk membantu saya makan juga. Alhamdulillah, hasilnya bisa juga buat biayain orang tua saya," tambahnya.

Mata Farah berkaca-kaca saat menyebutkan kedua anaknya sebagai sumber motivasi terbesar dirinya. Ia sempat bercerita bahwa anaknya yang kedua sempat mengalami gigi keropos saat tumbuh yang ia curigai sebagai akibat dari kanker tiroid yang ia derita saat mengandung dan menyusui anaknya tersebut.

Baca juga: Ingat! Kanker Tiroid Bisa Disembuhkan Dengan Pengobatan Yang Tepat

Farah akan menjalani operasi pengangkatan kanker tiroid keduanya tanggal 13 Februari 2018 besok. Ia berharap, semoga operasinya lancar dan dapat beraktivitas kembali seperti semula, meskipun tidak sekuat dahulu.

"Ini masih bisa gendong anak, alhamdulillah. Cuma ya nggak boleh kecapekan dan stres dulu, " ujar Farah sembari tertawa dan menggendong anak perempuannya. (up/up)
News Feed