Kamis, 08 Mar 2018 15:44 WIB

Lumpuh karena Sindrom Langka, Perempuan Berhijab Ini Tetap Berprestasi

Widiya Wiyanti - detikHealth
Elly, perempuan dengan disabilitas yang tetap bisa berprestasi (Foto: Widiya Wiyanti) Elly, perempuan dengan disabilitas yang tetap bisa berprestasi (Foto: Widiya Wiyanti)
Jakarta - Tak ada satu manusia pun yang sempurna di dunia ini. Begitu pun yang dialami Elly, sosok wanita kuat berusia 32 tahun yang sudah belasan tahun menggunakan kursi roda karena mengalami kelumpuhan.

Elly harus menjalani aktivitasnya sehari-hari di atas kursi roda karena ia mengalami kelumpuhan pada usia belia. Ia didiagnosis guillain barre syndrome (GBS) dan inferior parapharises. GBS merupakan sindrom langka yang melumpuhkan saraf dan otot.

"Selesai sekolah terus istirahat, tidur bangun-bangun langsung paralyse (lumpuh) total. Nggak ada sakit, demam, atau sakit kepala. Tiba-tiba saja," ujarnya saat ditemui detikHealth di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2018).

Perasaannya tak terkira saat mengetahui bahwa dirinya lumpuh. Terapi demi terapi ia lakukan hingga tangannya bisa digerakkan meski tak maksimal. Belum lagi dalam enam bulan lamanya Elly harus menggunakan Singkil oksigen ke mana-mana.

"Tanganku yang kanan sebulan bisa digerakin secara motorik, tapi sampe sekarang nggak bisa secara sensorik. Sekarang aku nggak bisa bedain ini panas atau dingin. Kalau yang kiri sudah sembuh total," ungkap Elly.



Meskipun perasaannya kalut, Elly memutuskan untuk bertemu dengan teman-teman sesama pengguna kursi roda. Ia mengaku termotivasi untuk bisa melanjutkan hidup dan juga berprestasi.

"Akhirnya itu memotivasi diriku sendiri. Aku terima keadaan aku seperti ini, tapi sekarang apa yang bisa diperbuat dengan keadaan yang seperti ini. Teman-teman juga sangat membantu," tuturnya.

Beralasan ingin memiliki investasi kesehatan dan demi pergerakkan tubuh, akhirnya Elly memutuskan untuk mengikuti aktivitas di bidang olahraga catur dan tenis. Bersyukurnya, bukan hanya aktif, Elly pun ikut menorehkan prestasi yang cukup gemilang.

"Tahun 2016 aku ikut Peparnas (Pekan Paralympic Nasional) di Bandung, aku ikut tenis lapangan untuk regu putrinya dapat medali perak dan double mix dapat perunggu," jelas Elly.

Bukan hanya itu, pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Paralympic di Bekasi pada tahun 2014, Elly memenangkan medali perak untuk cabang catur. Dan ia ingin lebih fokus pada bidang ini di Porda tahun 2018 sehingga bisa membawa pulang medali juga

Walaupun punya prestasi gemilang, Elly tetap memiliki sifat rendah hati. Ia merasa bahwa prestasinya itu berkat kekompakan timnya juga. Keluarganya pun sangat bangga dan bahagia melihat Helli bisa mandiri bahkan berprestasi seperti ini.

Elly sudah menorehkan prestasi di tengah keterbatasannya. Lumpuh secara tak membuatnya terpuruk begitu saja.




(wdw/up)
News Feed