Jumat, 23 Mar 2018 12:01 WIB

True Story

Penyanyi Pop Halsey Ungkap Perjuangannya Melawan Endometriosis

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tak disangka, Halsey pernah alami perjuangan berat melawan endometriosis. Foto: Getty Images
Jakarta - Tak ada yang pernah menyangka bahwa penyanyi pop asal AS bernama asli Ashley Nicolette Frangipane ini sempat mengidap endometriosis di sela-sela karirnya yang cukup menanjak. Nama Halsey mulai dikenal setelah ia kerap mengunggah lagu-lagu buatannya di situs SoundCloud.

Pada acara Blossom Ball 2018 yang diadakan oleh The Endometriosis Foundation, Halsey menerima penghargaan The Blossom Award dan memberikan sebuah pidato yang cukup emosional.

Halsey mengalami keguguran tepat sebelum ia melaksanakan konser di Vic Theatre Chicago pada November 2017 lalu dan terdiagnosis endometriosis.

"Bahkan aku sendiri nggak tahu kalau aku hamil dan aku keguguran dan aku ingat berbaring di kasur hotel dengan handuk di antara kedua kakiku, berdarah, dan menatap para manajer cowokku yang masih sangat muda ketakutan dan tak tahu apa yang sedang terjadi," tutur Halsey dalam pidatonya, seperti dikutip dari People.


Ia melanjutkan, para manajernya berkata kepadanya bahwa konser ini adalah hal penting karena ada 33 juta orang yang tertarik.

Dengan tekanan tersebut, Halsey memutuskan untuk meminum obat Percocet dan memakai pembalut dewasa. Lalu ia mengenakan kaus yang menutupinya dan naik ke atas panggung.

"Aku tampil di depan 1.200 cewek-cewek yang jejeritan," imbuhnya.

"Pada saat itu aku sadar bahwa itu bagian menjadi wanita dan sedang punya masalah reproduksi lalu kamu tak diperlakukan seperti manusia, seperti robot dan kamu mesti bangun tiap hari dan melupakannya."

Halsey mengaku merasa kurang perempuan karena tak bisa dekat secara intim dengan kekasihnya, tak bisa bepergian saat teman-temannya mengajaknya, karena ia sedang berjuang menyembuhkan penyakit yang diidapnya.

Endometriosis merupakan satu kondisi masalah reproduksi wanita di mana jaringan endometrium yang normalnya tumbuh di dalam rahim tapi justru tumbuh di luar rahim.

Menurut Halsey, kesehatan reproduktif masih sering dianggap tabu dan wanita harus menutup-nutupi siklus menstruasinya.


"Aku nggak tahu apa yang terjadi saat aku mengetahui diagnosisku dan aku menghabiskan hidupku menumpukkan banyak tampon ke balik kausku saat aku mau ke toilet, rasanya kayak Tuhan melarang semua orang tahu aku lagi menstruasi karena itu sangat memalukan," ujarnya.

Kini berkat perjuangannya Halsey dapat sembuh dan ia tak ingin apa yang dialaminya terjadi pada wanita lain pengidap endometriosis di luar sana. Ia ingin memperjuangkan hak kesehatan reproduksi para wanita dan hal tersebut bukanlah sesuatu yang tabu.

"Tetaplah bicarakan dengan temanmu, dukunglah orang tersayangmu, pastikan mereka tak merasa malu untuk membicarakan hak reproduktif mereka, untuk bicarakan pengalaman reproduksi mereka, karena satu-satunya jalan untuk dapat mengontrol kejadian ini, adalah dengan membicarakannya. Keep f****** fighting," tutup Halsey.

(Frieda Isyana Putri/fds)