Agar kanker tidak menyebar lebih jauh ia pun terpaksa kehilangan sebagian rahang bawahnya. Sejak saat itu Val tidak bisa makan, minum, dan bicara sendiri sampai akhirnya tim bedah dari Nottingham dan Wolverhampton memutuskan untuk mencoba untuk menumbuhkan kembali rahangnya.
Menurut Ahli bedah mulut dr Dilip Srinivasan teknik distraksi osteogenesis sebetulnya sudah lama dikenal namun belum pernah digunakan untuk menumbuhkan tulang rahang yang hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasinya tim dokter merancang alat khusus yang berperan seperti sebuah perancah di posisi rahang bawah Val. Perlahan jaringan rahang Val yang tersisa lalu 'direnggangkan' hingga akhirnya bisa tumbuh senormal mungkin.
Hingga prosedur ini berjalan sejak awal Januari lalu dilaporkan rahang Val sudah tumbuh 9 sentimeter. Targetnya operasi terakhir bisa dilakukan Mei mendatang.
"Setelah hidup seperti ini selama dua tahun terakhir saya mulai menerima kalau kondisi saya akan begini saja. Tapi kini saya punya harapan untuk masa depan," pungkas Val.
(fds/up)










































