Senin, 07 Mei 2018 17:31 WIB

Cinta Para Ibu yang Donorkan Hati untuk Buah Hati Tersayang

Widiya Wiyanti - detikHealth
Donor hati dibutuhkan untuk mengatasi berbagai masalah pada hati (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Donor hati dibutuhkan untuk mengatasi berbagai masalah pada hati (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Bagaimana perasaan kita apabila ada anggota keluarga yang mengidap penyakit hati yang cukup parah dan diharuskan untuk tranplantasi hati? Mungkin terlintas pikiran untuk mendonorkan hati untuk mereka.

Itu lah yang dilakukan kedua wanita ini, Novita Junarti (31) dan Nova Andriani (32). Kedua bayinya mengidap atresia bilier, yaitu adanya gangguan saluran empedu pada bayi yang baru lahir.

Novi ibu dari Kenzie Anelka Trisnadinova harus bersedia mendonorkan hatinya untuk anak keduanya itu. Ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Novi bercerita bahwa seharusnya suaminya lah, Muhammad Bambang Jaya Trisna (32) yang menjadi donor. Namun karena suaminya memiliki lemak di liver (fatty liver).

"Operasi pada November 2016. Sejauh ini selama jadi donor Alhamdulillah sehat," ujarnya, Senin (7/5/2018).



Sama seperti Nova yang juga mendonorkan hatinya untuk anak semata wayang, Reagan Markuangsa Sudirjat (2). Nova memiliki fungsi hati yang lebih baik dibandingkan suaminya Candra Kusuma sudirjat (27).

"Kami (saya dan istri) melakukan skrining recipient dan donor. Ternyata fungsi hati istri lebih bagus. Setelah operasi anak saya sudah sehat, sudah bisa jalan, berbicara juga sudah mulai bisa," ujar Candra pada kesempatan yang sama.

Nova mengaku bahwa tak ada keluhan apapun setelah melakukan donor hati kepada anaknya meskipun sekitar 20 persen hatinya harus diberikan.

"Alhamdulillaah tidak ada perubahan sebelum dan sesudah jadi donor. Pengalamannya sakit, satu minggu, satu malam di ICU, di ruang rawat empat hari. Pulang gendong Reagan juga bisa," tambah Nova.

Saat ini, kedua bocah tersebut kondisinya sudah jauh lebih baik meskipun harus rutin kontrol fungsi hatinya setiap satu bulan sekali dan selalu mengonsumsi obat-obatan.

(wdw/up)