Saat berlibur di pantai Tenerife, Spanyol, Holly memastikan seluruh tubuhnya sudah terlindungi dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya. Begitu ia kembali ke hotel untuk mandi, tiba-tiba saja wajahnya bengkak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembengkakan terasa parah terutama di bagian sekitar mata. Holly mengalami kesulitan melihat sehingga ia pun harus dilarikan ke rumah sakit.
Dokter menyebut apa yang dialami Holly adalah gejala keracunan sinar matahari. Biang keladinya berasal dari kacamata hitam yang tidak memiliki perlindungan yang kuat terhadap radiasi sinar ultraviolet.
"Aku nyaris buta karena salah memilih kacamata hitam. Dan ini pertama kalinya aku mendengar penyakit keracunan sinar matahari," ungkapnya.
dr Emma Wedgeworth, pakar dermatologi dari British Skin Foundation, mengatakan keracunan sinar matahari dalam istilah medis dikenal sebagai polymorphic light eruption. Penyakit ini terjadi ketika paparan sinar ultraviolet mengenai bagian kulit yang sensitif, seperti di daerah mata.
"Kondisi ini bisa dicegah dengan memastikan penggunaan tabir surya sudah rata di seluruh tubuh. Untuk kacamata hitam, pilihlah yang melindungi Anda secara 100 persen dari sinar UV," tutupnya.











































