Senin, 02 Jul 2018 13:14 WIB

Kena Infeksi Mematikan, Pria Ini Kehilangan Tangan, Kaki, dan Bibirnya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Alex Lewis yang terinfeksi bakteri pemakan daging. Foto: Facebook Alex Lewis yang terinfeksi bakteri pemakan daging. Foto: Facebook
Jakarta - Tak pernah terpikir mungkin oleh Alex Lewis akan kehilangan kaki, tangan, bahkan bibirnya. Pria berusia 38 tahun itu terinfeksi bakteri pemakan daging yang mematikan sejak tahun 2013 lalu.

Ini bermula ketika ia mengalami demam terus-menerus selama dua minggu yang ternyata merupakan awal mula dari serangkaian infeksinya. Namun ia menganggap hal itu hanyalah flu biasa.

"Suatu hari saya bangun di tengah malam dan ada darah di urine saya. Kemudian ketika saya bangun keesokan harinya, saya tidak bisa benar-benar bergerak dan kulit saya mulai berubah ungu," katanya dikutip dari DailyMail.

Kemudian ia dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyebutnya terkena infeksi yang menyerang organ-organ tubuh. Dugaan dokter, ia memiliki Strep A - Group A Streptococcal Infection yang mana berkembang menjadi toxic shock syndrome, septikemia, dan necrotising fasciitis

Ketiganya merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Ketiga diagnosis itu berpotensi fatal yang dapat mengancam jiwa Lewis, karena infeksinya mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.

"Pada saat kami menyadari apa yang terjadi, ternyata itu sudah terlambat," ungkap Lewis.

"Kaki saya menjadi hitam dalam tiga atau empat hari. Awalnya kami pikir saya tidak akan bertahan hidup," lanjutnya.


Infeksi bermula dari ujung-ujung jari tangan, kaki, serta hidung yang akan menyerang bagian hati. Akhirnya Lewis mendapatkan perawatan intensif selama 6-7 minggu dan menjalani dua kali operasi.

Saat infeksi memorak-porandakan tubuh Lewis, necrotising fasciitis yang memakan daging menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada anggota tubuh dan wajahnya.

Infeksi menyebabkan sel dan jaringan mati. Daging yang termakan pun tidak dapat dipulihkan setelah mati. Dokter pun tidak punya pilihan selain mengamputasi untuk mencegah penyebaran ke organ vital. Akhirnya, Lewis kehilangan kedua tangan dan kakinya, serta bibirnya.

"Infeksi itu sampai ke ujung hidung saya dan bibir saya berubah menjadi gangren (jaringan mati), jadi ahli bedah memotong semua kulit mati dan menempatkan lipatan kulit sementara di mulut saya selama sembilan bulan," tutur Lewis.

Setelah Lewis pulih dari penyakitnya, para dokter mulai untuk mengembangkan untuk mengembalikan bibirnya lagi dengan mengambil kulit pada bagian bahunya.

"Kulit terakhir yang tersedia untuk operasi ada di pundak saya. Jadi mereka mengganti penutup sementara dengan itu," imbuhnya.

Operasi pembuatan bibir Lewis adalah prosedur pertama di dunia dengan menjalani 18 kali operasi. Meskipun tidak sempurna, namun Lewis mengatakan bahwa ia menikmati memiliki bentuk bibir yang tidak dimiliki orang lain.

"Sekarang, saya menikmati fakta bahwa saya adalah satu-satunya orang dengan jenis wajah seperti ini. Luar biasa bahwa semua saraf dan otot telah tumbuh kembali dan berfungsi sebagai bibir normal," ungkapnya.

(wdw/up)