Rabu, 04 Jul 2018 12:33 WIB

Kejadian Langka Kuku Nyaris Copot Gara-gara Coba Spa Ikan

Firdaus Anwar - detikHealth
Terlihat cekukan dalam pada jari di mana kuku sang wanita berhenti tumbuh setelah spa ikan. (Foto: JAMA Dermatology)
Jakarta - Spa ikan adalah jenis terapi di mana seorang pelanggan bisa mencelupkan tangan atau kaki ke dalam kolam yang biasanya diisi oleh ikan dari jenis Garra rufa. Ikan-ikan tersebut nantinya akan berkerumun memakan kulit mati.

Nah terkait hal tersebut seorang wanita berusia 20-an dari New York dilaporkan dalam jurnal JAMA Dermatology mengalami efek samping tak terduga spa ikan. Kuku-kuku jari kakinya berhenti tumbuh hingga nyaris copot.



Sang wanita tak pernah memiliki faktor risiko untuk penyakit kuku namun ia melihat kalau kuku kakinya mulai terpecah dalam waktu enam bulan. Bagian dalam kukunya terpisah sehingga tampak berlubang tanpa disertai rasa sakit.

Dokter mendiagnosis sang wanita dengan kondisi onychomadesis. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi, gangguan autoimun, obat-obatan tertentu, hingga pengaruh genetik. Ketika terjadi jari akan berhenti menumbuhkan kuku untuk sekitar 12 minggu.

Tidak dijelaskan bagaimana pastinya spa ikan dapat menimbulkan onychomadesis, namun diduga sang wanita terkena infeksi oleh bakteri yang ada pada ikan. Teori lainnya menyebut kuku mengalami semacam trauma akibat gigitan ikan sehingga berhenti tumbuh.

"Kasus ini menjadi contoh masalah kulit dan kuku yang bisa berhubungan dengan pedikur ikan. Pasien butuh edukasi oleh spesialis kulit mengingatkan efek samping dari terapi ini," tulis dokter dalam jurnal seperti dikutip pada Selasa (3/7/2018).

(fds/fds)