Rabu, 04 Jul 2018 16:06 WIB

True Story

Lumpuh karena Cedera Tulang Belakang Tak Halangi Osrita Muslim Jadi Atlet

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Osrita Muslim tidak membiarkan cedera tulang belakangnya membuat langkahnya jadi atlet tenis meja terhenti. Foto: aisyah/detikhealth Osrita Muslim tidak membiarkan cedera tulang belakangnya membuat langkahnya jadi atlet tenis meja terhenti. Foto: aisyah/detikhealth
Jakarta - Osrita Muslim tidak pernah menyangka bahwa ia akan mengalami suatu kejadian hidup yang luar biasa. Ia masih ingat betul, tepat pada 2 Januari 1977, Osrita yang saat itu duduk di bangku sekolah dasar kelas 4 harus menjadi korban dari tanah longsor.

"Ditangani dokter, tapi dokter telah mengatakan saya enggak bisa jalan lagi. Saya disebutnya penderita paraplegia," kisahnya kepada detikHealth saat disambangi di sela Asean Para Games 2018 Invitational Tournament.

Paraplegia sendiri merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan setengah anggota tubuh mengalami kelumpuhan dan mati rasa akibat cedera pada tulang belakang.

Wanita kelahiran Sumatera Barat, 7 November 1966, ini mengaku terharu dengan perjuangan kedua orang tua untuk membuatnya kembali berjalan. Selama tiga tahun lamanya ia sempat berhenti bersekolah untuk mengusahakan kesembuhannya. Dari dukun satu ke dukun lainnya, pengobatan alternatif seperti akupunktur pun juga ia sambangi.



"Sempat terpuruk, saya sempat tiga tahun tidak sekolah. Waktu itu kecelakaan kelas 4 SD, setelah tiga tahun tiba-tiba bapak diingatkan oleh temannya 'Pak Muslim, itu anaknya enggak sekolah? Biar begitu saja?', orang tua seperti dibangunkan dari tidur siang 'wah iya!'. Kemudian saya dikirim ke Jakarta dan masuk wisma," katanya.

Dari wisma itu lah potensinya untuk bermain tenis meja berkembang. Sejak tahun 2006, ia resmi menjadi atlet profesional. Ketika ditanya apa yang membuatnya selalu bersyukur, ia hanya menjawab secara singkat namun mengena di hati.

"Dikasih kesempatan untuk hidup yang kedua. Alhamdulillah, senang sekali," ungkap wanita yang mengidolakan Agus Susanto dan David Yakub yang juga merupakan atlet.


Lewat detikHealth, Osrita menitipkan pesan kepada teman-teman yang masih memiliki fisik sempurna untuk tetap berusaha dalam menggapai mimpi. Ia juga mengharapkan anggapan rendah pada kalangan penyandang disabilitas juga tidak ada lagi.

"Untuk teman-teman difabel, jangan pernah putus asa, apapun yang dilakukan, bila Tuhan berkehendak pasti jadi," tutup Osrita dengan senyum merekah. (ask/up)
News Feed