Jumat, 20 Jul 2018 14:40 WIB

True Story

Jempol Buat April! Selalu Positif Meski Idap Kanker Tulang Ganas

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth
Jakarta - Tak seperti pasien kanker yang telah melewati proses kemoterapi pada umumnya, Apriliani terlihat sangat segar dan gembira. Ketika detikHealth mengunjunginya di RSUP Persahabatan, gadis berusia 15 tahun tersebut menyambut dengan senyuman.

"Deg-degan juga ntar tau masuk tv (televisi), hehehe," kelakarnya, pada Jumat (20/7).

Yang paling menonjol saat itu adalah rambutnya yang nyaris plontos. Hasil dari kemoterapi selama enam siklus yang ia jalani setelah terdiagnosis osteosarcoma atau kanker tulang di paha kanannya dengan jenis tumor ganas osteosarcoma regio femur dextra.

Aura positif adalah hal yang pertama kali terihat pada April, sapaannya. Walau masih sedikit terbata-bata, ia mampu menceritakan kisahnya sebagai pasien kanker tulang pertama di Indonesia yang sukses melewati pengangkatan tumor (wide excisi) tanpa amputasi, lewat operasi total femur megaphrostesis, di mana tulangnya yang terjangkit tumor akan digantikan dengan tulang buatan (prostese) dari metal.


Saksikan juga video 'Tolong! Penderita Kanker Tulang ini Butuh Bantuan':

[Gambas:Video 20detik]



"Waktu mau operasi nggak takut atau malu. Nggak usah malu, masa kita sakit kayak gini mau malu? Kan kita ada bukti sakit," ungkap gadis yang baru saja lulus SMP ini.

Awalnya pada pertengahan 2017 lalu, April tak merasakan ada perubahan pada tubuhnya, kecuali tiba-tiba jalannya menjadi pincang meski tak ada nyeri. Kemudian suatu hari, ia terjatuh di kamar mandi dan mendadak paha kanannya membesar.

April dibawa ke klinik dan kemudian pindah ke rumah sakit dekat rumahnya yang berada di Jakarta Timur. Dokter di rumah sakit tersebut mendiagnosisnya dengan kanker tulang yang kemudian merujuknya ke RSUP Persahabatan.

Ia mendaftar melalui layanan BPJS, setelah melalui serangkaian pemeriksaan termasuk biopsi, ditemukan bahwa April mengidap kanker tulang dengan tumor yang cukup ganas. April mengaku cukup kaget dan sedih saat mengetahui detail penyakitnya, namun ia tidak mengeluh sama sekali.

Kaki April paska operasi penggantian tulang.Kaki April paska operasi penggantian tulang. Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth


"Allah ngasih cobaan ini kan pasti ntar balesannya akan besar juga, nanti di akhirat," tegasnya.

Saat diputuskan untuk menjalani operasi pengangkatan tulang tungkai dan penggantian tulang, April mengatakan ia memahami dan menyanggupi. Walau prosesnya untuk mendapatkan si tulang pengganti sangat sulit, ia selalu sabar dan tabah dalam apapun kondisinya.

Selalu ditemani sang ibu, April merupakan sosok anak yang sangat religius dan selalu positif memandang hidupnya. Murdiani, ibunda April, menyebut anaknya tak pernah mengeluh dan bahkan malah menjadi penguat kedua orang tuanya.

"Sebelum operasi dia salat istikharah. Sebelum tidur dia salat. Kita ini yang nggak bisa tidur, kita yang deg-degan," wanita berusia 43 tahun asal Sragen, Jawa Tengah ini, diikuti dengan gelak tawa.

Ada kemungkinan saat operasi mengalami suatu kendala, hingga pilihan terakhir adalah harus diamputasi. April merasa pasrah, jika memang pada akhirnya amputasi adalah jalan satu-satunya ya harus dlakukan karena ini demi kesembuhan diri sendiri atau terlanjur menyebar ke mana-mana.


"Sekarang kan ini penyakitnya udah diambil. Tinggal pemulihannya aja. Kakinya ini sih sekarang belum ada rasa, cuma dari tadi sih agak pegel-pegel gitu, cuma sedikit-sedikit gitu. Ya kan abis dioperasi, dibelek (dibedah), kulit kena pisau aja langsung berdarah apalagi ini dioperasi besar gitu, ya nggak tau rasa sakitnya gimana."

Bahkan saat ditanya apa yang ia rasakan setelah operasi, dengan mantap April menjawab, "Biasa aja! Kan kalau kita semangat, dokter-dokternya juga ikut semangat."

Perkataannya diiringi anggukan dari sang dokter, dr Sigit Daru Cahayadi, SpOT (K). Ia menyebut April adalah pasien pertamanya yang tidak merasa was-was ketika diberitahu keputusan kemoterapi dan operasi tersebut.

"Biasanya kan pada saat itu orang malah down, depresi. Kemo tuh rambutnya rontok, nafsu makannya tidak ada. Nah tapi si Apriliani ini alhamdulillah bilang 'saya akan jalani Dok' . Ikhlas, responnya bagus, sehingga kondisinya masih bagus. Jadi sebenernya kesembuhan, salah satu yang berpengaruh adalah semangat pasiennya dan keluarganya," kata dr Sigit.

"Pokoknya dr Sigit emang paling jos deh!" imbuh April yang membuat seluruh orang di ruangan tertawa.

Kini, April telah lolos dari kanker yang kemungkinan merenggut nyawanya. Masih dalam observasi akan adanya rekurensi kanker atau infeksi, ia sudah tak sabar untuk bisa berjalan kembali.

"Tapi harus sabar dulu ya sampai kakinya bener-bener pulih. Kalau kata dr Sigit harus ridho, tahu tempat penyakitnya, ikhtiar trus sabar. Ikhtiar udah dari operasi, sekarang sabar, ikhlas, lalu tawakkal," tandas April, diikuti senyum.

Jempol Buat April! Selalu Positif Meski Idap Kanker Tulang Ganas
(frp/up)
News Feed