Menurut sang ibu, Rachel, anaknya tersebut terduduk di jalan dan menolak untuk berdiri di tengah-tengah perjalanan. Perawatnya mencoba menghubunginya namun sudah terlambat.
"Ketika aku sampai di sana, aku melihatnya (Elijah), aku tahu ada yang salah. Aku dan perawat menghubungi 911 tapi ketika mereka tiba, suhu tubuhnya telah mencapai 42 derajat celsius," tutur Rachel, dikutip dari Health.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak peduli berapa usiamu, kamu bisa kepanasan sangat cepat dan perpindahan dari heat exhaustion menjadi heat stroke dapat terjadi lebih cepat daripada yang banyak orang kira," lanjutnya.
Semasa hidup, Elijah dikenal sebagai anak yang periang dan mudah gembira dari hal-hal kecil. Bagi Rachel, ia sangat spesial dan tak ingin kata autisme mendefinisikan siapa diri mendiang anak lelakinya tersebut.
Walau menjadi tantangan, justru membuat Rachel dan keluarganya makin menyayanginya dan menyadari betapa berharganya hidup. Kini, keluarga Elijah berharap dapat menyebarkan kepedulian terhadap bahaya dari heat exhaustion kepada orang lain.
"Minumlah air. Beristirahat. Masuklah ke dalam. Ini bukan candaan. Ini bukan sesuatu yang terjadi ke orang lain. Ini nyata. Dia (Elijah) berusia 18 tahun dan cukup sehat. Jadi berhati-hatilah," pungkas Rachel.
Saksikan juga video 'Belajar Pantang Menyerah dari Tiffany, Gadis dengan Autisme':
(frp/up)











































