Senin, 24 Sep 2018 17:37 WIB

Jari-jari Pria Ini Menghitam dan Harus Diamputasi, Ternyata Ini Penyebabnya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Andrew Shilliday terpaksa jari-jarinya diamputasi karena gangren. Foto: Facebook/Andrew Shilliday Andrew Shilliday terpaksa jari-jarinya diamputasi karena gangren. Foto: Facebook/Andrew Shilliday
Jakarta - Seorang pemain bagpie, alat musik tiup khas Skotlandia, tidak pernah berpikir bahwa akan kehilangan jari-jari tangan dan kakinya. Yaitu, Andrew Shilliday yang justru merasakan hal itu.

Pria berusia 33 tahun itu awalnya mengalami ruam di kaki, jari tangan dan kakinya. Lama-kelamaan, ruam tersebut berubah menjadi hitam. Ujung-ujung jarinya bak dicelupkan ke dalam tinta hitam.

Andrew pun segera dilarikan ke rumah sakit di Inverness, Skotlandia. Dokter mengatakan bahwa kondisi itu dikarenakan gangren (jaringan tubuh mati) yang telah membusuk, atau disebut dengan kondisi sklerosis sistemik (skleroderma).

"Saya tahu itu serius ketika jari-jari tangan dan kaki saya mulai berubah warna. Semuanya terjadi sangat cepat dan sangat sulit untuk memegang kepala saya," ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Dokter pun memutuskan untuk mengamputasi jari-jari yang terkena gangren tersebut. Gangren telah menyebabkan penebalan jaringan ikat dan dapat mengurangi suplai darah.



Andrew harus menghabiskan delapan bulan di rumah sakit untuk memulihkan kondisinya. Ia pun mulai belajar memainkan bagpie yang menjadi mata pencahariannya.

"Ada banyak rasa sakit dan hal-hal menjadi tidak lebih baik. Saya mengajar bagpipe dan itu adalah mata pencaharian saya, saya khawatir saya tidak akan pernah bermain atau mengajar lagi," ungkap Andrew.

Setelah keluar dari rumah sakit, Andrew tinggal di kampung halamannya untuk pemulihan lebih lanjut. Ia pun bergabung dalam Tullylagan Pipe Band dan terus mendalami menjadi pemain bagpie dengan kondisi jari-jemari yang telah diamputasi.

Semangatnya justru memotivasi orang lain. Temannya, Elliot mengatakan bahwa Andrew tidak pernah menyerah dalam memegang bagpie dan memindah-mindahkan jarinya yang telah hilang itu.

"Sikapnya yang positif, tidak pernah mengatakan menyerah," tutur Elliot.



(wdw/up)
News Feed