Kamis, 04 Okt 2018 14:27 WIB

Kisah Louie McGee, Si Tunanetra yang Ikut Triathlon

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi lari. Foto: Thinkstock Ilustrasi lari. Foto: Thinkstock
Jakarta - Siapa sangka, seorang tunanetra yang terbatas dalam penglihatannya justru memiliki tekad baja mengikuti sebuah kompetisi yang terdiri dari beberapa cabang olahraga, yakni triathlon.

Ia bernama Louie McGee berusia 18 tahun asal Minnesota, Amerika Serikat. Karena penyakit genetik yang langka ia harus kehilangan penglihatannya. Meskipun demikian, Louie tetap aktif bergabung dengan beberapa tim olahraga di sekolahnya pada waktu itu.

Secara mengejutkan, Louie memutuskan untuk mengikuti perlombaan dengan tujuan menginspirasi anak lain yang memiliki kondisi yang sama dengannya.

"Saya mencari sesuatu yang besar sehingga saya dapat membawa kesadaran kepada anak-anak dengan gangguan penglihatan untuk mencapai tujuan besar bagi diri mereka sendiri dan mendorong mereka untuk tidak takut," ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Selama enam bulan terakhir, Louie berlatih selama tiga jam sehari di sekolahnya. Ia mulai bisa mengikat tali sepatu larinya, mengendarai sepeda, dan berenang. Dengan bantuan pemandu, ia akan mengikuti perlombaan triathlon di Louisville, Kentucky.

"Sulit karena itu tantangan fisik. Bukan karena saya buta," tegasnya.



Gangguan penglihatannya terjadi saat ia berada di usia kanak-kanak. Louie didiagnosis penyakit Stargardt, penyakit langka yang diturunkan berkaitan dengan penurunan kualitas retina mata.

Ini terjadi akibat mutasi pada gen ABCA4, yang membuat protein menyingkirkan produk sampingan vitamin A di dalam fotoreseptor. Pasien akan mengalami penglihatan kabur atau bahkan 'titik buta' dalam penglihatan sentral mereka yang mungkin tumbuh lebih besar.

"Mereka (dokter) mengatakan kepada kami bahwa mantap dia akan kehilangan visinya dan tidak ada perawatan dan tidak ada obatnya," cerita ayahnya, Greg.

Stargardt paling sering didiagnosis pada masa kanak-kanak dan diperkirakan sekitar satu dari 10 ribu orang memiliki penyakit ini berdasarkan data dari National Eye Institute.

Greg mengatakan bahwa Louie tetap aktif, seperti ikut bermain sepakbola, bermain ski di mana ia dipandu menuruni lereng oleh adik perempuannya, mengikuti tim renang di universitas.

"Dan dia berkata 'saya tidak melakukan ini untuk diri saya sendiri tetapi untuk mengilhami anak-anak tunanetra lainnya untuk menemukan petualangan mereka dan melakukannya untuk menginspirasi'," tutur Greg.

Louie saja dengan keterbatasannya masih tetap aktif berolahraga, masa kita yang lebih sempurna masih malas gerak?



(wdw/up)
News Feed