Minggu, 14 Okt 2018 07:30 WIB

Nyata! Wanita Ini Alergi Terhadap Segala Hal

Widiya Wiyanti - detikHealth
Alergi adalah kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan. (Foto: thinkstock) Alergi adalah kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Seorang wanita asal South Carolina, Amerika Serikat harus merasakan kesulitan luar biasa dalam hidupnya. Ia mengalami alergi pada banyak hal, termasuk bau makanan, sabun, atau parfum.

Namanya Cheyanne Perry, yang harus selalu tinggal di dalam rumah karena kondisi langkanya. Wanita berusia 21 tahun ini didiagnosis sindrom aktivasi sel mast (MCAS) yang memengaruhi sistem kekebalan tubuhnya.

Bukan hanya itu, Perry juga mengidap sindrom Ehlers-Danlos dan gastroparesis yang melemahkan otot dan sistem pencernaannya. Ini membuatnya kesulitan untuk mengonsumsi makanan.

"Saya alergi pada dasarnya segalanya. Saya bisa bereaksi terhadap parfum, asap dari perapian, suhu, dan bahkan aroma sampo yang baru saja digunakan seseorang," ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Untuk mencegah dampak buruk bagi Perry, keluarga dan tunangannya, Silvino Suarez telah menyesuaikan hidup mereka dengan memasak di dapur kedua yang dibuat di garasi, menggunakan sampo, sabun, dan deterjen yang tidak beraroma, dan tidak memakai parfum.



Gejala yang dirasakan Perry semakin memburuk pada saat remaja. Pada usia 13 tahun, ia terpaksa sekolah di rumah dan tiga tahun kemudian ia harus makan melalui tabung makanan.

Karena sindrom Ehlers-Danlos yang melemahkan jaringan ikat antara otot, tulang, dan organ, Perry harus berjuang melawan kelemahan otot dan dislokasi di beberapa sendinya.

"Bagian yang paling sulit adalah ketidakmampuan untuk berada di sekitar kebanyakan orang," ungkapnya.

"Saya mendapat beasiswa penuh untuk kuliah, tetapi tidak bisa pergi karena gejala saya sangat buruk. Saya pun mengambil kelas online dan berharap bisa menjadi seorang psikolog di masa depan," lanjut Perry.

Meskipun kondisinya telah membatasi dirinya untuk melakukan apapun, namun Perry sangat terinspirasi untuk menjadi seorang psikolog. Perry juga selalu berpikir dan bersikap positif terhadap kondisinya itu.

"Tidak peduli apa pun yang terjadi, saya selalu berharap segalanya akan menjadi lebih baik," tutupnya.

(wdw/up)
News Feed