Selasa, 16 Okt 2018 15:42 WIB

Cerita Rini, Kecilnya Sakit Leukemia Kini Jadi Penyemangat Pejuang Kanker

Widiya Wiyanti - detikHealth
Rini saat ditemui di Kementerian Kesehatan. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Rini saat ditemui di Kementerian Kesehatan. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Natarini Setyaningsih, seorang penyintas kanker darah atau leukemia saat masa kecilnya, kini menjadi seorang yang vokal atas perjuangan para pasien kanker.

Saat berusia 12 tahun, wanita yang kerap disapa Rini ini didiagnosis leukemia dengan gejala-gejala tak biasa. Demam yang dialaminya naik dan turun, namun tidak kunjung menunjukkan kesembuhan.

"Sudah minum paracetamol, sebentar reda besok ada lagi. Begitu terus dibawa ke dokter satu karena ada bintik-bintik dibilangnya malaria, satu lagi karena pucat dan kuning dibilang liver," ujarnya saat ditemui di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018).



"Akhirnya dibawa ke spesialis penyakit dalam, dokter langsung curiga, cek darah Hb-nya 8 rendah sekali. Di RSCM dites dinyatakan leukemia," lanjut Rini.

Setelah menjalani pengobatan selama tiga tahun, wanita yang sekarang bekerja sebagai sekretaris Journal of cancer ini dinyatakan sembuh. Rini harus menjalani radiasi sebanyak 11 kali dan kemoterapi 6 kali.

"Syukurnya saya waktu sakit sudah 12 tahun, sudah bisa mengidentifikasi sakitnya, karena anak-anak di bawah 5 tahun hanya bisa nangis, sampe orang tuanya bingung apa yang harus mereka lakukan," tutur Rini.

Rini menegaskan bahwa kanker bisa disembuhkan, asalkan para orang tua khususnya ibu memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan tanda-tanda awal pada anaknya.



Ia bercerita bahwa ibunya cukup cepat tanggap saat mengetahui Rini mengidap kanker darah. Menurutnya, itu hal terpenting yang harus dilakukan seorang ibu yang anaknya mengidap kanker.

"Ibu saya cukup tegar dan wanita tangguh juga. Dari rumah ke RSCM naik bus dari Pandeglang selama dua tahub. Dan itu kemoterapi dan efeknya mual muntah, nggak kebayang kalau sekarang. Ibu saya tidak termasuk cengeng sih," ceritanya.

Divonis sembuh dari leukemia, Rini memutuskan untuk bergabung dalam Cancer Buster Community yang bertugas untuk memberikan semangat dan motivasi bagi pasien kanker dan juga orang tuanya.

Kini, Rini sang survivor leukemia sudah menjalani kehidupannya seperti orang normal lainnya hingga sekarang usianya 34 tahun dan juga membantu sesama untuk bisa sepertinya.





Tonton juga 'Mengenal Kanker Limfoma yang Merenggut Nyawa Pendiri Microsoft':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/fds)
News Feed