Kamis, 08 Nov 2018 09:03 WIB

Nekat Suntik Mr P dengan Silikon, Seorang Pria Australia Tewas

Firdaus Anwar - detikHealth
Jack Chapman disebut terobsesi membentuk tubuh yang besar. (Foto: Repro. Facebook/Tank Heathcliff Hafertepen) Jack Chapman disebut terobsesi membentuk tubuh yang besar. (Foto: Repro. Facebook/Tank Heathcliff Hafertepen)
Jakarta - Seorang pecinta modifikasi tubuh Jack Chapman (28) dari Melbourne, Australia, dilaporkan meninggal dunia setelah menyuntikkan silikon ke penisnya. Dalam beberapa foto yang beredar terlihat Jack berpose dengan selangkangan yang bengkak.

Dikutip dari The New York Post, koroner di King County Medical Examiner mengatakan kalau Jack meninggal akibat sindrom emboli silikon. Hal ini berujung pada komplikasi perdarahan paru hingga akhirnya nyawa Jack tidak bisa ditolong.

Sindrom emboli silikon sendiri adalah kondisi di mana kandungan silikon menggumpal masuk ke dalam aliran darah dan berakhir di paru-paru. Karena aliran darah tersumbat oleh gumpalan silikon maka paru-paru tidak bisa bekerja dengan baik.



"Tank (sebutan Jack -red) adalah sosok yang baik dan lemah lembut. Hatinya diisi dengan cinta yang ia berikan ke orang lain di sekitarnya... Dia berjuang begitu keras, sempat membaik, tapi kemudian datang momen buruk yang tidak bisa dicegah," tulis unggahan memorial untuk Jack di halaman Facebooknya.

Sang ibu, Linda Chapman, menyalahkan kematian Jack pada komunitas homoseks di Amerika Serikat (AS) yang mengenalkannya pada modifikasi tubuh. Diduga Jack tergila-gila menyuntikkan silikon, mendapatkan tubuh yang besar, untuk memuaskan komunitasnya.

"Seperti sebuah kebaktian, sebuah klan, keluarga, sekte. Untuk membuktikan kesetiannya mereka harus mengubah tubuh," kata Linda dalam acara televisi Australia, The Project.

"Dia bukan Jack yang dulu saya antar pergi ke AS. Dia kehilangan percaya dirinya, tersesat di dalam sekte itu. Dia jadi anak yang terganggu mentalnya," pungkas Linda.



(fds/up)
News Feed