Senin, 26 Nov 2018 10:18 WIB

Kayak di Film, Wanita Ini Bisa Rasakan Emosi Orang Lain Tanpa Harus Bicara

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ilustrasi wanita yang bisa merasakan emosi orang lain. Foto: thinkstock Ilustrasi wanita yang bisa merasakan emosi orang lain. Foto: thinkstock
Jakarta -
Kamu mungkin pernah menyimpan keinginan untuk bisa merasakan emosi orang lain? Apa yang kamu harapkan ini ternyata benar bisa dialami oleh orang-orang tertentu atau yang disebut 'empath'. 'Empath' adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dapat merasakan dan menyerap kondisi emosional, fisik dan mental orang lain tanpa berbicara dengan mereka.

Salah satunya adalah yang dialami Kathryn Pearson (35). Wanita tersebut menyadari kemampuannya ketika ia duduk dibangku kuliah. Ia sering dilanda kebingungan karenanya.

"Aku merasa sangat aneh berada di sekitar begitu banyak teman sekaligus karena aku tidak dapat membedakan perasaanku dengan mereka. Jika seseorang putus asa karena pacar, aku akan merasakan kecemasan yang hebat itu," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail UK.

Saat usianya 20-an tahun, Kathryn adalah seorang guru sekolah. Ia sering merasakan emosi dari murid-muridnya. Ia bisa membaca peraaan di dalam ruangan dan kalau ada yang stres atau marah, ini juga bisa berdampak pada emosinya sendiri.

Dr Natalie Bowling, peneliti psikologi di University of Sussex, memperkirakan bahwa dua persen dari populasi mengalami apa yang disebut 'mirror-touch synaesthesia'.

"Synaesthesia mirror-touch kurang dikenal sampai sekarang. Contoh umumnya adalah ketika seseorang melihat seseorang disentuh di wajah dan mereka merasakannya di wajah mereka sendiri," tutur Dr Bowling.

Aku merasa sangat aneh berada di sekitar begitu banyak teman sekaligus karena aku tidak dapat membedakan perasaanku dengan mereka. Jika seseorang putus asa karena pacar, aku akan merasakan kecemasan yang hebat itu,Kathryn Pearson, 'Empath'
Baca juga: Ini Dia Para Musisi Hebat yang Bisa Lihat Warna Saat Dengar Musik

Orang-orang seperti itu sering sangat selaras dengan suasana hati orang lain, baik dan buruk. Mereka merasakan emosi orang-orang di sekitar mereka, kadang-kadang ekstrem.

Namun, tidak semua orang percaya mengenai 'empath'. Profesor Michael Pluess, kepala psikologi di Queen Mary University of London, mengatakan empath adalah ciri kepribadian semata, bukan salah satu tipe orang.

"Tidak apa-apa membicarakan empati. Tapi apa yang orang maksud dengan menjadi 'empath'? Itu seperti menyebut seseorang yang ekstrovert. Itu bukan tipe orang," katanya.

Akan tetapi, Psikoterapis berbasis Suffolk, Lizzie Falconer, ternyata meyakini 'empath' adalah hal yang nyata. Sebab, ia pun juga mengidentifikasi dirinya sebagai seorang 'empath'.

"Sepuluh tahun yang lalu, jika aku telah mengatakan kepada seseorang bahwa aku merasakan perasaan orang lain, aku akan dianggap gila. Tetapi ada pergeseran di bidang pekerjaanku. Sekarang ini diakui sebagai 'hadiah'," katanya.


(ask/up)
News Feed