Kamis, 29 Nov 2018 06:58 WIB

Cerita Unik Bidan di NTT Harus 'Kejar-kejaran' dengan Ibu Hamil

Widiya Wiyanti - detikHealth
Bidan Fony, salah seorang tenaga kesehatan di NTT (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Bidan Fony, salah seorang tenaga kesehatan di NTT (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Manggarai - Setiap tenaga kesehatan yang mengabdikan dirinya di daerah terpencil pasti memiliki pengalaman unik yang berkesan. Seperti bidan yang merupakan peserta program Nusantara Sehat, Fony (27) yang mengaku harus kejar-kejaran dengan pasiennya.

Budaya dan kebiasaan masyarakat daerah terpencil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini masih tinggi, salah satunya ibu hamil yang lebih memilih melahirkan di rumah dengan bantuan dukun beranak maupun dengan cara sendiri.

"Mereka (ibu hamil dan keluarga) nggak mau dirujuk, kata dokter kandungan di rumah sakit sudah disuruh tahan karena sudah waktunya melahirkan," cerita Fony kepada detikHealth saat ditemui di Puskesmas Beamese, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Rabu (28/11/2018).



Namun sayangnya keluarga pasien tidak ingin merasa repot dengan administrasi, ditambah dengan pikiran biaya yang akan membludak. Padahal terkait administrasi sudah jelas lengkap dan biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Akhirnya mereka pun memilih untuk melahirkan di rumah.
Katanya sih suaminya sudah biasa nolongin anak yang pertama dan kedua, itu ditolong sama suaminya sendiri, mereka anggap sudah kebiasaanFony - Bidan

Tetap saja, dokter kandungan dan bidan menganjurkan untuk melahirkan di rumah sakit karena sang ibu mengidap komplikasi hipertensi (tekanan darah tinggi) saat hamil.

"Tapi akhirnya mereka tetap pergi dari rumah sakit tanpa sepengetahuan petugas, akhirnya petugas dari sini yang menemani, kejar lagi sampai kembali ke rumah sakit . Tapi tetap nggak mau," ungkap Fony.

"Katanya sih suaminya sudah biasa nolongin anak yang pertama dan kedua, itu ditolong sama suaminya sendiri, mereka anggap sudah kebiasaan," lanjutnya.

Sang ibu hamil pun dibawa kembali ke rumahnya. Bidan setempat lah yang harus mengalah untuk memantau keadaanya setiap hari meskipun harus menempuh medan jalan yang cukup terjal karena rumah pasien yang cukup jauh di atas pegunungan.

"Naik-naik, lewat sawah, tempatnya juga rumahnya jauh dari rumah lainnya," imbuh Fony.

Setelah diberi penjelasan dan sosialisasi, akhirnya pasien tersebut mau untuk melahirkan di Puskesmas Beamese. Ibu dan bayinya pun terlahir selamat.



Cerita Unik Bidan di NTT Harus 'Kejar-kejaran' dengan Ibu Hamil
(wdw/up)
News Feed