Senin, 17 Des 2018 12:21 WIB

Pengalaman Perawat di Papua Adu Mulut dengan Pasien Mabuk

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Cerita perawat di Papua yang adu mulut dengan pasien mabuk. Foto: Thinkstock Cerita perawat di Papua yang adu mulut dengan pasien mabuk. Foto: Thinkstock
Jakarta - Dalam menangani pasien, sebagai perawat akan selalu mendapatkan berbagai pengalaman yang bermacam-macam. Ada pasiennya yang percaya sepenuhnya kepada perawat, ada juga yang tidak mau percaya. Pengalaman seperti ini dirasakan perawat Novita Gobay di Papua Barat.

Menurut wanita yang akrab disapa Novi ini masyarakat daerah Wondama, Papua Barat, masih memiliki kebiasan buruk yang selalu dilakukan yaitu minum-minuman beralkohol. Suatu ketika Novi bertemu dengan seorang warga yang tengah mengalami kecelakaan karena mabuk mengendarai sepeda motor.

Sebagai seorang perawat tentu Novi harus sigap dalam menangai korban kecelakaan tersebut tanpa harus melihat apa penyebab kecelakaannya.


"Di sana mabuk-mabukannya masih kuat. Pas kecelakaan, warga tersebut masih dalam keadaan mabuk 'kan lalu ia meronta tak ingin diobati oleh saya," ujar Novi, saat ditemui detikHealth di acara Seminar Nasional Peluang dan Tantangan SDM Kesehatan di Era Revolusi Industri 4.0 di Universitas Indonesia, Depok, Sabtu, (15/12/2018).

Novi mengatakan bahwa dalam menangani pasien yang mabuk memang harus bersikap tegas dan sabar. Dalam proses melakukan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan tersebut Novi mengaku sempat bersitegang dan marah kepada korban tersebut.

"Namanya masih dalam keadaan mabuk ya, dia berbicara banyak saaat itu bilang katanya kalau kakinya kenapa-napa atau sampai patah dia tak akan sungkan-sungkan akan melaporkan Novi kepada sanak saudaranya dengan nada yang tinggi," jelas Novi.

Kemudian dalam keadaan yang tetap sabar Novia akhirnya memberikan penjelasan dengan bagaimana kondisinya bila tidak segera ditangani.

"Terserah bapak mau marahi saya mau pukul saya sekarang, tapi yang penting saya harus segera tangani kondisi bapak yang seperti ini," ucap Novi kepada detikHealth saat mencoba memperagakan situasinya pada saat itu.

Novi mengaku ia sangat memaklumi keadaan korban tersebut yang masih tengah mabuk dan meronta-ronta saat ia mencoba untuk mengobati.

"Ya meski dalam keadaan dia yang marah, dan terus menolak saya obati sebagai perawat saya harus bersikap tegas agar pasien tersebut segera dapat pulih seperti sediakala," tutup Novi.

(ask/fds)
News Feed