Senin, 31 Des 2018 08:35 WIB

True Story

Kisah Ibu yang Tak Lagi Punya Payudara Akibat Tubuhnya Terbakar

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi scan payudara (Foto: iStock) Ilustrasi scan payudara (Foto: iStock)
Jakarta - Saat berusia sembilan tahun, Sacha Pugsley pernah terbakar hidup-hidup saat kontainer bensin meledak di luar rumahnya. Luka bakar di sekujur tubuhnya membuat ia menjalani 60 operasi dan merusak jaringan payudaranya dan sebagian besar kulit di sekitarnya.

Dilaporkan oleh situs Metro, Sacha juga menghabiskan tiga bulan koma dan dua tahun perawatan di rumah sakit untuk membangun kembali tubuhnya yang terbakar. Ketika usianya 16 tahun, dokter memberitahunya bahwa payudaranya takkan tumbuh seperti kawan-kawan seusianya.

"Susah sekali tumbuh besar saat aku merasa sangat terisolasi dan sadar akan luka bakar yang kualami saat kecil. (Area) ketiakku harus 'dibuat' kembali karena panas membuat kulit meleleh sehingga lengan dan sisi tubuhku menempel. Tanganku terbakar hingga ke tulang juga," ungkapnya, yang kini berusia 28 tahun.



Ia juga telah menjalani tiga kali prosedur liposuction (sedot lemak) untuk memindahkan lemak dari punggungnya ke dadanya agar memberikan tampilan 'payudara'. Namun ia menghentikannya di usia 20 tahun, memutuskan untuk menerima tubuhnya apa adanya.

Hidupnya pun semakin berubah saat ia melahirkan anak laki-lakinya, Lucien-Cruz, yang kini telah berusia 5 tahun. Baginya, memiliki bayi merubah hidupnya lebih baik dan ia ingin menjadi contoh yang baik pula untuknya.

Ia juga memulai kampanye bertajuk Behind the Scars sejak April 2017, yang bertujuan untuk mengajak semua orang menerima segala bentuk dan ukuran luka serta cerita-cerita luar biasa di baliknya. Dan tentu saja, Sacha juga membagi kisahnya sendiri.

"Aku membagikan foto-fotoku di Instagram dan responsnya luar biasa, aku mendapatkan banyak komentar baik dan suportif. Aku memotret lebih dari 300 foto luka dan kisahnya dengan harapan untuk menyemangati para pria, wanita dan anak-anak di seluruh dunia untuk lebih menerima keadaan tubuh mereka sendiri," pungkasnya.

(frp/up)
News Feed