Selasa, 01 Jan 2019 12:30 WIB

Tak Bisa Makan, Gadis Ini Jadi Vlogger untuk Membantunya Pulih

Frieda Isyana Putri - detikHealth
ilustrasi gastroparesis. Foto: thinkstock ilustrasi gastroparesis. Foto: thinkstock
Jakarta - Pada usia 16 tahun, setiap kali makan Hannah Ritchie alami muntah-muntah hingga enam kali sehari dan harus bolak-balik ke kamar mandi sekitar 30 kali karena diare parah. Baru pada Februari lalu saat menginjak usia 20 tahun, ia terdiagnosis mengidap gastroparesis, sebuah penyakit pencernaan kronis.

Dikutip dari Mayo Clinic, gastroparesis merupakan kondisi di mana otot lambung melemah dan mengganggu kemampuan untuk mencerna makanan. Sehingga yang terjadi adalah makanan yang berbentuk padat bisa menyebabkan mual, muntah dan menghambat kinerja perut.

Oleh karena itu, Hannah harus menjalani operasi yang memotong pilorus, otot yang membantu mengosongkan perut agar ia bisa makan. Untuk sementara, dokter akan memasang tabung makan sementara yang melewati perutnya dan memberinya nutrisi langsung ke usus lewat hidungnya.


"Aku menjalani operasi tersebut di bulan Juli selama 23,5 jam dan seakan memberiku kehidupan kembali. Aku tak perlu khawatir akan sakit tiap kali makan. Pada bulan September, tabung ini jadi permanen di tubuhku," tutur Hannah yang kini menjadi mahasiswa jurnalisme di Ohio, demikian dilaporkan situs Fox News.

Kondisinya langsung membaik dan sejak saat itu ia tak lagi makan 'makanan'. Walau begitu ia merasa susah untuk beradaptasi saat berkegiatan atau berlibur, namun menurutnya penyakitnya jadi sebuah pengalaman berharga. Kini ia mulai menjadi seorang vlogger, dengan merekam kesehariannya untuk sekaligus mengedukasi dan membantu yang bernasib sama sepertinya.

"Aku rindu segalanya. Pizza, steak, pasta, roti, kukis. Semuanya. Tapi karena penyakit ini aku tak pernah bisa mendapatkan pengalaman bersekolah seperti pada umumnya, dan itu menyedihkan. Aku berharap aku bisa kuliah seperti orang normal tapi tak mungkin. Terkadang terasa tak adil, tapi pada waktu yang sama, aku tak bisa membiarkannya (penyakit tersebut) mengontrol hidupku," ungkapnya.

(frp/up)
News Feed