Rabu, 02 Jan 2019 10:25 WIB

Hanya dengan Melihat Poster, Perawat Ini Ketahui Dirinya Idap Tumor Otak

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi perawat mengetahui dirinya mengidap tumor otak setelah melihat sebuah poster. Foto: Istimewa Ilustrasi perawat mengetahui dirinya mengidap tumor otak setelah melihat sebuah poster. Foto: Istimewa
Jakarta - Chantal Smits menghabiskan hari-harinya dengan merawat pasien. Namun belum lama ini, ia yang justru butuh perawatan. Dikutip dari The Sun, wanita berusia 22 tahun ini mengidap tumor otak.

Dengan melihat poster, perawat di Inggris mengetahui bahwa ada yang tidak beres di tubuhnya. Ternyata ia didiagnosis tumor otak.

Uniknya, Chantal menyadari bahwa dirinya mengidap tumor otak setelah melihat sebuah poster di tempat kerjanya. Poster itu menunjukkan tanda-tanda dan gejala tumor otak pada anak-anak dan usia muda.

Ternyata, daftar gejala di poster itu sama dengan yang ia rasakan. Bermula pada tahun 2014, pertama kali ia mengalami gejala ringan seperti sakit kepala saat ia masih menjadi mahasiswa keperawatan.

"Aku merasa lelah sepanjang waktu dan biasanya tertidur pada pukul 8 malam. Tetapi aku pikir karena kelelahan," ujarnya.

Ia hanya meminum obat penghilang rasa sakit dan tidak berpikir bahwa itu menjadi tanda awal dari sebuah penyakit.

Empat tahun berselang, Chantal resmi menjadi perawat anastesi neurologi di Rumah Sakit St George di Inggris. Setiap hari ia membantu ahli bedah menangani pasien tumor otak.

Sakit kepala hampir setiap hari ia rasakan. Ia pun meminum empat tablet ibuprofen dan empat parasetamol untuk mengatasi rasa sakitnya. Ia masih tidak berpikir bahwa itu adalah hal buruk.

"Lalu suatu hari, ketika di dalam bus pulang, aku merasakan sensasi aneh, seperti hujan yang mengalir di satu sisi wajahku. Meski begitu, aku tidak pernah memberi tahu siapapun tentang hal itu," cerita Chantal.



Beberapa hari kemudian, barulah ia melihat poster tersebut. Kemudian membandingkannya dengan yang ia rasakan selama ini.

"Tunggu sebentar. Sakit kepala, kelelahan konstan, gangguan penglihatan sesekali. Aku memiliki semua itu. Mungkin aku harus pergi ke dokter untuk berjaga-jaga," ungkapnya saat itu.

Chantal pun mengunjungi dokter dan melakukan pemindaian MRI kepala. Hasilnya ada massa lebih besar di batang otak. Ia didiagnosis tumor glioma batang otak yang disebut-sebut tidak bisa disembuhkan.

Ia pun harus melakukan beberapa kali pemindaian dan dipantau setiap tiga bulan sekali. Kabar baiknya, tumor dalam keadaan stabil dan tidak tumbuh.

"Berita buruknya adalah, karena posisinya di batang otak, itu tidak dapat dibiopsi," imbuh Chantal.

Untuk meningkatkan peluang hidupnya, ia mengikuti yoga, mengonsumsi makanan sangat sehat, seimbang, dan mengandung antioksidan tinggi. Untuk mencegah stres, Chantal selalu memenuhi kegiatannya setiap hari agar tetap sibuk namun tetap memiliki waktu istirahat yang cukup.

"Sekarang ketika aku bertemu orang yang hidup dengan tumor otak, aku benar-benar dapat berempati dengan mereka," tandasnya.



(wdw/up)