Rabu, 16 Jan 2019 18:46 WIB

Liburan ke Taiwan, Gadis Ini Malah Dapat Oleh-oleh 'Mengerikan'

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Wajah Rachel jerawatan parah sepulang kunjungannya dari Taiwan dan Hong Kong. Lama-lama, wajahnya muncul luka dan mengerut mengerikan. Ada apa? Foto: thinkstock Wajah Rachel jerawatan parah sepulang kunjungannya dari Taiwan dan Hong Kong. Lama-lama, wajahnya muncul luka dan mengerut mengerikan. Ada apa? Foto: thinkstock
Jakarta - Setahun yang lalu, Rachel Star Withers baru saja pulang dari kunjungannya ke Taiwan dan Hong Kong. Gadis asal Carolina Selatan menyadari bahwa wajahnya seperti jerawatan parah hingga akhirnya pecah dan menjadi luka-luka, yang rupanya disebabkan oleh bakteri pemakan daging.

Ia membawanya ke dokter kulit namun hanya menyebut itu jerawat biasa. Diobati pun, luka di wajah Rachel tak kunjung sembuh, namun ia tahu ada yang tak beres dan ini bukan hanya jerawat biasa.

Pada awalnya, Rachel Star Withers mengira wajahnya hanya berjerawat parah. Saat ia mencoba mengobatinya, justru seluruh bintil merah di wajahnya pecah menjadi luka yang rasa sakitnya tidak bisa ia jelaskan.

"Makin memburuk, malah jadi mengkerut-kerut dan aneh. Sepanjang hidupku aku tak pernah alergi terhadap apapun. Dan lalu hal aneh ini muncul di daguku. Nggak mungkin ada seseorang yang seperti itu lalu tiba-tiba alergi pada semuanya. Aku minum obat anti alergi tapi tidak manjur, malah semakin memburuk," kisahnya, seperti dikutip dari People.


Rachel menjadi semakin frustasi saat semua dokter yang ia kunjungi tak memberikan diagnosis pasti. Kemudian muncul gejala nyeri punggung, hingga suatu hari saat kelas tinju rutinnya, ia tak lagi mampu mengangkat tangannya.

Pada akhirnya ia menemukan dokter yang tepat. Lewat mengambil sampel dari luka di wajahnya, mereka menemukan jumlah Klebsiella oxytoca, bakteri berbahaya dan pemakan daging, yang cukup tinggi. Sembari para dokter berjuang mencari antibiotik yang tepat untuk bakteri tersebut, wajah Rachel semakin membutuk, mulai mengeras dan otot wajahnya mulai berhenti bekerja di bagian kanan.

"Awalnya mereka mau mengambil separuh wajahku, namun karena letaknya terlalu dekat mata itu akan menjadi terlalu sulit. Sehingga mereka membawaku ke dokter lain yang menyarankanku masuk rumah sakit dan diberikan pengobatan non-stop. Akhirnya luka di wajahku membusuk dan mulai ada jaringan baru, antibiotiknya membunuh semua infeksinya," lanjutnya.

Kini Rachel sedang dalam masa pemulihan, walau akibat kejadian tersebut meninggalkan bekas luka aneh di wajahnya. Ditambah akibat dari meminum obat berdosis tinggi, Rachel tak lagi bisa tinju atau melakukan olahraga seperti yang biasa ia lakukan.

(frp/up)
News Feed