Jumat, 18 Jan 2019 16:38 WIB

True Story

Kisah Gadis Usia 15 Tahun yang Alergi Segala Macam Bau

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi gadis alergi. Foto: thinkstock Ilustrasi gadis alergi. Foto: thinkstock
Jakarta - Martina Baker asal Amerika Serikat mengidap penyakit langka di mana nyawanya bisa terancam hanya karena bau. Bahkan hanya bau minyak goreng atau pemutih pakaian bisa memicu syok anafilaksis dan jika tak segera ditangani, Martina bisa saja meninggal dunia.

Penyakit tersebut bernama Mast Cell Activation Syndrome (MCAS), sebuah kondisi imunologis yang membuat dirinya alergi nyaris terhadap segala hal, termasuk rasa panas, air dan parfum. Oleh karena itu ia terpaksa absen dari sekolah dan harus tinggal di rumah, di dalam ruangan terisolasi untuk menghindari syok.

"Aku kehilangan banyak teman setelah mengidap MCAS, sulit bagi mereka untuk melihatku pingsan dan harus disuntik EpiPen dan harus langsung dibawa ke rumah sakit tiap kali," kata Martina, dikutip dari Mirror.

Padahal dua setengah tahun yang lalu, Martina merupakan gadis yang sangat sehat. Pada suatu malam tiba-tiba tubuhnya ia merasakan gatal-gatal parah di sekujur tubuhnya dan langsung dibawa ke rumah sakit saat itu juga karena tenggorokannya membengkak.


Dalam seminggu, ia bisa mengalami hal tersebut sebanyak tiga kali. Setiap kali pergi keluar rumah, Martina harus mengenakan masker dan keluarganya harus masih sangat berhati-hati di rumahnya, seperti mengganti deterjen dan membersihkan menggunakan cuka.

Untuk mengatasinya, kini orang tuanya menggunakan jasa anjing asisten yang terlatih untuk membantu Martina, bernama Caiomhe. Hidung anjing 100 ribu kali lebih baik daripada manusia dan nyaris tiap proses biokimia di dalam tubuh kita terindikasi lewat bau.

Sehingga kini Caiomhe terlatih untuk menyadari jika Martina akan mengalami reaksi, bahkan sebelum ia sendiri menyadarinya. Hal ini disebabkan anjing betina ini dapat mengendus histamin (zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel di dalam tubuh ketika mengalami reaksi alergi atau infeksi) yang dilepaskan dalam tubuhnya.

"Caiomhe mengubah hidupku, aku menjadi lebih aman dengan ia ada di sektiarku, aku jadi bisa bersosialisi lagi. Kadang memang terasa sepi, namun dia selalu berada di sisiku untuk melindungiku. Benar-benar teman terbaik. Dia membuatku tak lagi merasa sendirian, bahkan di tengah malam kadang ia datang untuk mengecekku," pungkas Martina.

(frp/up)
News Feed