Senin, 25 Feb 2019 17:40 WIB

Agar Bisa Hamil, Wanita Ini Dibuat 'Alergi' Sperma Suaminya Sendiri

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Agar bisa hamil seorang wanita dibuat alergi sperma suaminya sendiri. Foto: thinkstock Agar bisa hamil seorang wanita dibuat alergi sperma suaminya sendiri. Foto: thinkstock
Jakarta - Empat kali berusaha untuk hamil, namun Kathryn Berrisford asal Derbyshire terus-menerus mengalami keguguran. Ia tak tahu alasannya, bahkan dokter pun tak bisa memberi jawaban pasti.

"Aku bisa dengan mudah hamil, tapi justru untuk mempertahankannya yang aku harus berjuang. Aku disarankan untuk terus menjalaninya saja dan berharap nantinya bisa punya bayi," kata wanita yang kini berusia 47 tahun ini, dikutip dari BBC.

Padahal Kathryn bekerja sebagai seorang manajer di laboratorium fertilitas. Hingga akhirnya ia mencoba mencari bantuan dari rekan sejawatnya dan akhirnya mendapatkan jawaban, yakni tipe jaringan serta antigen dalam darah Kathryn dan suaminya, Joss, terlalu mirip.

"Ini merupakan penyebab keguguran yang langka dan tes hanya dilakukan pada wanita yang tak ditemukan alasan mengapa ia mengalami keguguran. Tubuhku tak melihat sperma Joss sebagai benda asing sehingga tidak terjadi kehamilan," lanjutnya.


Ia dan Joss akhirnya memutuskan untuk menjalani pengobatan leukosit imunoterapi, di mana sel darah putih dari Joss akan disuntikkan ke Kathryn untuk memicu kehamilan. Tubuh Kathryn dibuat sedemikian mungkin agar 'alergi' pada sperma suaminya.

Pengobatan itu berhasil, sperma Joss dan sel telurnya bertemu dan terjadi pembuahan dan terbentuk embrio. Proses kehamilan berjalan sukses, pada tahun 2005 putri pertama mereka, Mae, lahir dengan sehat.

"Sangat luar biasa, aku masih ingat saat ia dilahirkan, aku semalaman hanya duduk dan memandanginya, kurasa. Aku tak bisa melepaskan pandanganku darinya. Tak percaya bahwa kini dia ada setelah apa yang kita lewati," ujar Kathryn.

Kathryn ingin menyebarkan soal pengobatan tersebut, karena ia merasa ada orang-orang di luar sana yang belum tahu dan membutuhkan hal ini. Ia menyebutkan bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang tersedia untuk semua orang.

Ia melakukannya lewat segala publikasi yang bisa ia lakukan saat Mae lahir. Setahun kemudian, ia kembali sukses hamil dengan menggunakan pengobatan yang sama.

"Anak-anakku sempurna. Aku bahagia dengan hidupku saat ini," pungkasnya.



(frp/up)
News Feed