Rabu, 06 Mar 2019 12:00 WIB

Ribuan Orang Antri Donor Sel Darah untuk Bocah Pengidap Kanker

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi anak mengidap leukemia limfoblastik akut. Foto: Thinkstock Ilustrasi anak mengidap leukemia limfoblastik akut. Foto: Thinkstock
Jakarta - Bocah berusia lima tahun asal Worcester, Inggris mengalami kehidupan yang cukup sulit. Ia bernama Oscar Saxelby-Lee yang mengidap leukemia limfoblastik akut.

Dikutip dari Daily Mail, Oscar didiagnosis pada Desember tahun lalu setelah orang tuanya menemukan memar di tubuhnya tetapi tidak jelas penyebabnya. Kankernya pun berkembang sangat pesat.

Kanker jenis ini adalah penyakit langka yang hanya menyerang pada sekitar 650 orang di Inggris setiap tahunnya. Ini adalah kanker agresif yang tumbuh dengan cepat yang menyebabkan sejumlah besar sel darah putih yang belum berkembang dilepaskan dari sumsum tulang yang sakit.

Sel-sel ini terus menyebar dan menyebabkan gejala seperti kelelahan, sulit bernapas, kulit pucat, demam, dan nyeri pada tulang dan sendi.

Oscar telah menjalani 20 transfusi darah dan kemoterapi selama empat minggu. Tetapi ia harus mendapatkan jenis perawatan yang lebih agresif untuk mengatasi penyakitnya.



Dokter meminta kedua orang tua Oscar, Olivia Saxelby dan Jamie Lee untuk segera mendapatkan donor sel induk atau sel punca darah dalam waktu tiga bulan untuk meningkatkan peluang hidupnya.

Kedua orang tuanya pun merasa hampir putus asa. Hingga pada akhirnya sekitar 4.855 relawan mengantri keluar di tengah hujan dan mengambil alih dua aula sekolah pada akhir pekan, mereka membagikan penyeka dan mengisi formulir pendaftaran donor sel punca untuk Oscar.

Para ilmuwan mencoba menemukan donor yang sel-sel darahnya memiliki struktur mirip dengan Oscar sehingga tubuhnya bisa menerima transplantasi.

Oscar membutuhkan transplantasi sel induk untuk mengisi kembali sel darahnya sendiri yang dihancurkan oleh kemoterapi. Semakin dekat kecocokannya maka semakin besar kemungkinan pengobatannya bekerja.

"Sangat sulit untuk menemukan kecocokan, pada dasarnya seperti memenangkan lotre," kata Sarah Gray, juru bicara badan amal yang menguji donor sel induk.



(wdw/fds)
News Feed