Jumat, 29 Mar 2019 08:10 WIB

Salah Pasang Infus, Guru Ini Jadi Tak Bisa Berjalan dan Makan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Salah pasang infus diklaim sebagai penyebab Amy mengalami infeksi. (Foto: Thinkstock) Salah pasang infus diklaim sebagai penyebab Amy mengalami infeksi. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dulunya hidup Amy Pohl sangat normal. Akan tetapi gadis yang bekerja sebagai guru sekolah dasar di Warwickshire, Inggris ini kini harus berjuang melawan kondisi kronis langka yang disebut sindrom nyeri regional kompleks (CRPS).

Kondisi ini membuat Amy harus terus berada di tempat tidur dan makan melalui saluran makanan. Ia terdiagnosis penyakit tersebut sejak Januari 2018, saat itu ia mengalami croup, sebuah infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang menyebabkan sulit pernapasan dan batuk seperti menggonggong.

Saat itu ia dirawat di rumah sakit dan mengklaim kesalahan pemasangan infus membuatnya terkena infeksi, menurut Daily Mail. Hingga kini ia terus merasakan nyeri yang amat sangat di lengan kirinya, yang saking parahnya sempat membuat ia ingin bunuh diri.

"Satu-satunya cara untuk mendeskripsikan rasa nyeri di lenganku adalah seperti ditusuk dengan ratusan pecahan kaca panas. Aku bahkan tak bisa memeluk ayah dan ibuku lagi, karena sulit saat kulitku terkena napas. Aku tak bisa melakukan apapun untuk diriku sendiri," kata wanita berusia 25 tahun itu.



Situs Mayo Clinic menjelaskan CRPS sebagai bentuk nyeri kronis yang biasanya menyerang lengan atau kaki. Kondisi langka ini biasanya timbul setelah operasi, stroke, serangan jantung dan cedera lainnya. Namun penyebabnya belum diketahui.

Penyakit ini dijuluki 'penyakit bunuh diri' akibat banyak pengidapnya diketahui nekat mengakhiri hidup mereka sendiri karena keputusasaan mereka untuk menghilangkan rasa nyeri. Walau belum ada pengobatannya, namun terkadang pasien CRPS dapat memasuki fase remisi.

Ia juga menyebut penyakit ini telah menyebar ke perut bagian dalamnya sehingga menyulitkannya untuk makan. Sektiar 25 kilogram bobotnya hilang setelah terdiagnosis dan kini ia makan melalui saluran makan.

Gangguan neurologis fungsional (FND) dan juga post-traumatic stress disorder (PTSD) muncul setelah ia terdiagnosis. FND merupakan kondisi langka yang menyerang sistem saraf dan berdampak pada cara otak dan tubuh mengirim atau menerima sinyal. Akibatnya, Amy tak lagi mampu berjalan.

Yang ia inginkan kini hanyalah kembali bekerja. Bagi Amy, menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat ia cintai. Ia sempat meminta kepada dokter untuk mengamputasi lengannya, namun ditolak karena prosedur tersebut kontroversial dan biasa digunakan sebagai pilihan terakhir.

(frp/up)
News Feed