Jumat, 29 Mar 2019 13:00 WIB

Mutasi Genetik Bikin Wanita Ini Tak Bisa Merasakan Sakit

Firdaus Anwar - detikHealth
Mutasi genetik membuat seorang wanita tak pernah merasakan nyeri (Foto: Thinkstock) Mutasi genetik membuat seorang wanita tak pernah merasakan nyeri (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jo Cameron (71) dari Skotlandia tidak pernah mengonsumsi obat nyeri seumur hidup. Ia bisa makan cabai tanpa kepedasan, kesakitan saat mengalami masalah gigi, atau bahkan saat tidak sengaja membakar tangannya.

Jo tidak pernah merasa hal tersebut aneh sampai di usia 65 tahun, saat ia pergi memeriksakan diri ke dokter untuk masalah panggul. Menurut dokter kondisi persendian Jo sudah sangat parah sampai seharusnya ia bisa merasakan nyeri hebat.



"Saya tidak tahu sama sekali sampai beberapa tahun yang lalu kalau hanya bisa merasa sedikit sakit ternyata bukan hal biasa. Saya kira ini normal," kata Jo seperti dikutip dari CNN, Jumat (29/3/2019).

Terkait hal tersebut peneliti dalam laporan terbaru di British Journal of Anaesthesia menemukan kalau Jo memiliki mutasi genetik. Gen yang disebut FAAH dan FAAH-OUT pada Jo jadi perhatian utama para peneliti.

Temuan ini disebut dapat membantu dalam pengembangan obat pereda nyeri baru untuk pasca-operasi atau gangguan kecemasan.

"Implikasi penemuan ini sangat besar," kata salah satu peneliti Dr Devjit Srivastava.

"Satu dari dua pasien bedah masih bisa mengalami nyeri sedang hingga berat pascaoperasi, meskipun dengan kemajuan obat nyeri yang ada saat ini," lanjutnya.

Menarik karena tanda-tanda kondisi toleransi rasa sakit Jo yang abnormal dilihat ada juga pada sang ayah dan anak laki-lakinya. Namun demikian anak dan cucu perempuan Jo tidak menunjukkan hal yang sama.

(fds/up)