Selasa, 09 Apr 2019 11:30 WIB

True Story

Kisah dr Piprim, Dua Tahun Jalani Diet Keto BB Turun 20 Kg

Rosmha Widiyani - detikHealth
dr Piprim jalani diet keto. Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth dr Piprim jalani diet keto. Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth
Jakarta - Jadi dokter ternyata tak menjamin seseorang bisa lantas menerapkan hidup sehat. Dokter spesialis anak dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) menceritakan pengalamannya yang pernah obesitas. Menurut dr Piprim dirinya mulai gemuk di usia 40 tahunan saat telah menyelesaikan pendidikan spesialis.

"Waktu itu mantu (menantu) saya yang bilang apakah saya mau jadi manusia sekuintal perut buncit dibawa kemana-mana. Saya sebetulnya sudah sering mikir ini gimana ya mau ngecilin perut. Mau olahraga juga mudah capek karena saya gendut," kata dr Piprim.

Pertemuan dengan rekan senior sesama dokter mengenalkan dr Piprim pada diet keto. Sebelum menerapkannya, dr Piprim telah mencari-cari info seputar diet keto terlebih dulu. Sekitar tahun 2017, dr Piprim mulai melakukan diet yang menekan konsumsi karbohidrat yang dibarengi peningkatan konsumsi lemak dan protein. Saat ini berat badan dr Piprim berada di kisaran 72-73 kilogram.



Sama seperti orang lain, dr Piprim sempat merasa pusing singkat atau nggliyeng saat melakukan pengaturan pola makan. Namun karena terbiasa puasa sunah, nggliyeng bisa diatasi tanpa banyak masalah. Kondisi tersebut tak sampai mengganggu dr Piprim menyelesaikan kewajiban tiap hari.

Diet keto sebetulnya mengajarkan kesalahan yang kerap dilakukan ketika buka dan sahur saat puasa. Khawatir lapar dan haus, buka dan sahur menjadi ajang pemenuhan nutrisi yang kadang didominasi asupan kaya karbohidrat. Akibatnya manfaat puasa bagi kesehatan tak kunjung diperoleh.

Menghadapi nggliyeng, dr Piprim mengatasinya dengan minum cukup air putih. Pemecahan cadangan energi yang terdiri atas lemak dan protein dibarengi pelepasan air dari dalam tubuh. Seiring pelepasan air, garam dan elektrolit ikut terbuang yang mengakibatkan sulit fokus dan cenderung lemot. Pelepasan 1 mol glikogen membutuhkan 3 mol cairan dari dalam tubuh.

Untuk asupan karbohidrat, dr Piprim menggantinya menjadi lemak dan protein. Misal olahan telur yang dimasak sendiri atau dibantu istrinya sebagai ganti nasi. Menurut dr Piprim, dirinya tak punya menu favorit meski cenderung menyukai masakan rumah.



Saat ini dr Piprim menggabungkan diet keto dengan intermittent fasting, yang menurutnya lebih efektif menurunkan berat badan dan membantu tubuh menggunakan cadangan energi. Untuk asupan andalan, dr Piprim mengonsumsi air putih dan air kaldu yang memastikan kecukupan lemak dan protein. Menurut dr Piprim, puasa membantu pelaksanaan diet keto karena porsi dan frekuensi makan menjadi lebih teratur tanpa perlu menghitung asupan.

Dua tahun melakukan diet keto, kini dr Piprim merasa lebih sehat, segar, dan punya cukup energi. Dia tak perlu lagi mengonsumsi minuman kemasan, snack, atau makan tengah malam saat merasa lapar.

"Yang paling kerasa, saya jadi nggak gampang ngantuk. Sekarang saya kuat nyetir tanpa keluarga harus teriak-teriak saat ngeliat saya ngantuk. Tubuh saya sekarang sudah lebih pintar dan fleksibel menggunakan cadangan energi karena tidak lagi hanya bergantung pada karbohidrat," kata dr Piprim.




Simak Juga 'Sayuran-sayuran Ini Bisa Bantu Berat Badanmu Cepat Turun':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed