Kamis, 02 Mei 2019 17:27 WIB

Usai Kemoterapi, Wanita Ini Dipuji Karena Jadi Miliki Bulu Mata Lentik

Firdaus Anwar - detikHealth
Bulu mata sang wanita mulai tumbuh lebat saat menjalani kemoterapi. (Foto ilustrasi: Thinkstock) Bulu mata sang wanita mulai tumbuh lebat saat menjalani kemoterapi. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta - Obat kemoterapi yang biasa diresepkan untuk pasien dengan kanker memiliki sifat bisa menyerang sel-sel dalam tubuh termasuk sel sehat. Oleh karena itu pasien kemoterapi bisa mengalami berbagai efek samping seperti kerontokan rambut dan lainnya.

Terkait hal tersebut laporan terbaru dalam jurnal BMJ Case Reports melihat ada kasus langka efek samping kemoterapi pada seorang pasien wanita berusia 45 tahun. Usai menjalani kemoterapi ia malah jadi memiliki bulu mata panjang dan lentik.

Penulis laporan dr Leonor Vasconcelos Matos menceritakan sang wanita pertama kali didiagnosis dengan kanker usus stadium empat pada tahun 2017 lalu. Sejak itu ia menjalani 15 kali siklus kemoterapi.


Nah setelah siklus kemoterapi yang ke-14 sang wanita menyadari kalau bulu matanya tumbuh dengan cepat. Meski sempat dipuji oleh orang lain, hal ini juga membuat wanita tersebut jadi mengalami infeksi kelopak mata.

"Orang-orang bilang ke saya 'di mana kamu membuat bulu mata itu, kelihatan natural'. Ini bagian senangnya. Bagian yang kurang menyenangkan adalah rasa tidak nyaman dan gatal karena bulu mata terlalu panjang," kata sang wanita dalam laporan seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (2/5/2019).

"Setiap kamu menguceknya dengan tangan, maka semakin mungkin untuk terjadi infeksi. Rasanya sangat buruk," lanjutnya.

Menurut dokter kemungkinan apa yang terjadi adalah sang wanita mengalami efek samping obat cetuximab. Obat tersebut bekerja dengan cara menghalau protein sehingga sel kanker tidak bisa 'makan' dan berkembang.

Pada akhirnya sang wanita menjalani pengobatan untuk infeksi dan setuju untuk rajin mencukur bulu mata agar tidak terlalu panjang.

(fds/up)
News Feed