Minggu, 12 Mei 2019 17:19 WIB

Kena Penyakit Misterius, Pria Ini Sumbangkan Otaknya untuk Riset

Rosmha Widiyani - detikHealth
Seorang pria mendonasikan otak untuk penelitian (Foto: thinkstock) Seorang pria mendonasikan otak untuk penelitian (Foto: thinkstock)
Jakarta - Seorang pegawai kedutaan Amerika Mark Lenzi memutuskan menyumbangkan otaknya untuk riset setelah meninggal dunia. Lembaga riset yang berhak atas spesimen Lenzi adalah Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) Center di Boston University

Lenzi mengikuti ratusan orang lainnya yang ikut mendonasikan otaknya sebagai bahan riset. Termasuk beberapa mantan pemain National Football League (NFL) setelah sebelumnya menandatangani persetujuan terlebih dulu

Sebelumnya, Lenzi adalah teknisi keamanan pada konsulat Amerika di Guangzhou, China. Lenzi dan istrinya termasuk dalam pegawai konsulat yang ikut dievakuasi keluar dari China pada 2018. Dikutip dari Fox News, Lenzi dan istrinya mendengar suara aneh di apartemen mereka pada 2017 sebelum akhirnya dievakuasi.



Serangan yang disebut Sonic Attacks terjadi pada akhir 2017 hingga April 2018. Dikutip dari Guardian, Amerika terpaksa mengevakuasi sejumlah pekerja di konsulatnya setelah mengalami sensasi suara dan tekanan yang aneh.

Setelah diagnosa, seorang pekerja konsulat dilaporkan mengalami cedera otak traumatis ringan. Kejadian serupa sempat terjadi di 2017 pada pegawai konsulat Amerika di Kuba. Selain mengevakuasi pegawai, Amerika juga mendeportasi diplomat Kuba.

(up/up)
News Feed