Minggu, 26 Mei 2019 07:05 WIB

Nahas, Aksi Mewarnai Rambut Berujung Luka Menganga di Kulit Kepala

Widiya Wiyanti - detikHealth
Bahan kimia melukai seorang wanita saat mewarnai rambut (Foto: iStock) Bahan kimia melukai seorang wanita saat mewarnai rambut (Foto: iStock)
Jakarta - Alih-alih ingin terlihat lebih cantik dengan warna rambut baru, seorang wanita berusia 21 tahun dari Seoul, Korea Selatan malah mendapatkan luka menganga di kulit kepalanya.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu terkena bahan kimia dari pewarna rambut di salon lokal. Bahan kimia itu menyebabkan luka bakar di sepanjang kepalanya dan membuat rambutnya rontok.

Dikutip dari Daily Mail, dokter menyebutkan bahwa wanita itu terkena persulfat dan hidrogen peroksida yang ada di dalam pewarna rambut. Sayangnya, kedua bahan kimia itu terlalu lama memapar kulit kepala si wanita.

dr Suk Joon Oh dari Bestian Seoul Hospital mengatakan, paparan terlalu lama dari bahan kimia tersebut bisa menyebabkan luka traumatis karena kandungan amonium dan kalium persulfat di dalamnya bersifat asam dan mudah terbakar. Pewarna rambut yang ditemukan itu mengandung hidrogen peroksida dengan konsentrasi yang cukup tinggi.



"(Hidrogen peroksida) adalah cairan yang bersih, tidak berwarna, tidak mudah terbakar dan tidak diserap dengan baik melalui kulit yang utuh," ujarnya.

"Pada konsentrasi yang digunakan untuk keperluan sterilisasi rumah tangga, 3-5 persen itu sedikit mengiritasi kulit. Tetapi pada konsentrasi 10 persen yang ditemukan di banyak bahan pewarna rambut, sangat iritasi dan korosif, dan karenanya dapat menyebabkan lecet dan luka bakar pada kulit," lanjut dr Oh.

Dalam waktu lama, reaksi berenergi tinggi yang disebabkan ketika bahan kimia bersentuhan dengan jaringan kulit dapat menghancurkan daging manusia. Ini mengakibatkan daging pada kulit kepala wanita itu terluka selama proses yang disebut koagulatif nekrosis, yang merupakan bentuk kematian sel yang dipicu oleh kurangnya pasokan darah.

"Koagulasi nekrosis disebabkan oleh kontak langsung antara garam pengoksidasi dan jaringan (kulit)," imbuh dr Oh.

Karena kejadian itu, wanita tersebut harus mendapatkan perawatan intensif dan menjalani transplantasi folikel rambut setelahnya. dr Oh pun melaporkan kejadian ini dalam jurnal Archives of Plastic Surgery.




Nahas, Aksi Mewarnai Rambut Berujung Luka Menganga di Kulit Kepala
(wdw/up)