Kamis, 20 Jun 2019 09:22 WIB

Kisah Pengidap Kanker Kulit, Berawal dari Jerawat Hingga Hidung Berlubang

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi jerawat yang merupakan tanda kanker kulit. Foto: iStock Ilustrasi jerawat yang merupakan tanda kanker kulit. Foto: iStock
Jakarta - Seorang wanita asal Prancis mengalami hal tak terduga pada jerawatnya. Jerawat merah mudanya seketika berubah menjadi momok menakutkan karena berhasil membuat lubang yang cukup besar di hidungnya.

Laure Seguy (35) mengaku memiliki hobi berjemur di bawah sinar matahari tanpa mengenakan pelindung seperti tabir surya selama beberapa dekade. Hingga akhirnya pada Oktober 2018 lalu, jerawat yang tadinya kecil membesar lebih dari 5 mm.

Selama berbulan-bulan, jerawat itu tidak hilang dan kerap mengalami perdarahan. Laure pun memutuskan untuk memeriksakannya pada dokter kulit.

"Saya memberi tahu mereka (dokter) bahwa ada titik di hidung saya yang berdarah sesekali dan telah ada di sana selama lima bulan," ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Awalnya dokter mengira kondisi jerawat Laure hanya infeksi diakibatkan oleh bakteri, namun krim anti bakteri tetap tidak mempan. Dokter mengharuskan Laure menjalani biopsi.

Pada November 2018, terungkaplah bahwa jerawat yang dialami Laure merupakan tanda dari karsinoma sel basal, yaitu kanker kulit ganas yang menyerang kulit yang sering terpapar sinar matahari.

Tanpa pikir panjang, bulan Mei lalu Laure pun menjalani prosedur operasi memotong ujung hidungnya hingga 11 mm untuk menghilangkan sel kanker dan sel sehat, memastikan bahwa semua karsinoma telah hilang.



Hidung Laure berlubang besar karena prosedur tersebut. Seminggu kemudian, ia menjalani prosedur kedua untuk menempelkan kulit pada lubang di hidungnya. Prosedur ini disebut flap kulit rekonstruktif.

Sayangnya ketika sadar, Laure merasa bahwa bentuk wajahnya sangat ane. Ia enggan meninggalkan rumah selama beberapa minggu hingga tiba waktunya untuk menjalani prosedur ketiga, yaitu penyempurnaan rekonstruktif.

"Orang-orang asing mendatangi saya untuk menanyakan apakah saya mengalami kecelakaan yang mengerikan, karena wajah saya sangat berantakan. Saya tampak seperti seorang petinju yang dipukuli di atas ring," ungkap Laure.

Setelah berhasil pada operasi ketiga, bentuk wajah Laure semakin membaik. Ia sangat senang mendapatkan bentuk hidung baru meskipun tidak seramping hidung lamanya.

Laure dianggap sudah terbebas dari karsinoma. Ia pun menyadari begitu pentingnya penggunaan tabir surya setiap hari.

"Ketika saya masih muda, saya tidak pernah memakai tabir surya dan saya jatuh cinta dengan kulit yang kecokelatan," tuturnya.

"Tapi sekarang saya sangat berhati-hati melindungi diri dari matahari dan saya memakai tabir surya SPF 50 dan topi, karena kau benar-benar tidak menyadari betapa merusaknya matahari, dan saya tidak pernah ingin hal yang sama terjadi lagi," tutupnya.

(wdw/up)
News Feed