Sabtu, 27 Jul 2019 12:00 WIB

Updated

Perjuangan Mahrurin, Tetap Narik Ojol Meski Digerogoti Kanker Payudara

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Mahrurin saat terbaring sakit (Foto: dok. Mahrurin) Mahrurin saat terbaring sakit (Foto: dok. Mahrurin)
Jakarta - Divonis kanker payudara mungkin bagi beberapa wanita terasa seperti vonis mati. Namun tidak bagi wanita tangguh asal Jambi ini. Meski divonis kanker payudara stadium tiga, Mahrurin Anita (44) tetap mencari nafkah dengan menjadi driver ojek online (ojol).

Dikisahkan kepada detikHealth, semuanya bermula pada tahun 2015 lalu. Kala itu Mahrurin sedang memboncengkan dua wanita dengan keadaan darurat ke rumah sakit. Kedua wanita tersebut bercerita pada Mahrurin bahwa ingin mengecek payudara mereka yang sering terasa sakit.

Mendengar hal tersebut, Mahrurin yang juga kerap merasakan gejala yang sama tersentil untuk ikut memeriksakan diri. Gejala itu udah sangat sering ia rasakan di salah satu payudaranya, namun ia memutuskan untuk mengabaikannya saja.

Tak disangka justru usai ikut memeriksakan payudaranya, Mahrurin malah menerima vonis bahwa ia terserang kanker payudara. Ironisnya, ketika ia menghubungi kedua wanita yang menjadi penumpangnya saat itu, mereka mengabarkan bahwa hasil mereka negatif.


Kabar tersebut membuat Mahrurin dan juga suaminya, Hamzah (46) sangat terpukul. Sempat drop, Mahrurin memberanikan diri untuk menjalani biopsi di RS Islam Arafah Jambi. Tetapi mendengar saran dokter untuk menjalani operasi pengangkatan membuat Mahrurin sangat ketakutan.

"Sangat takut beliau itu kalau ke dokter. Jadi akhirnya 2015 sampai 2019 ini ia hanya membiarkan dan berobat ke alternatif saja. Tidak secara medis. Sama untuk menghilangkan nyeri, dia minum obat asam mefenamat. Cuma itu aja yang dia minum terus," kata Achmad Naufal, Head of Marketing Communication Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jambi, yang membantu menangani pengobatan Mahrurin, melalui sambungan telepon, Jumat (26/7/2019).

Tak hanya itu, Mahrurin juga masih meneruskan pekerjaannya sebagai driver ojol meski ia sedang mengidap kanker payudara. Bukan sok tangguh, namun hal ini ia lakukan lantaran sumber pendapatan hanya datang dari pekerjaan ia dan suaminya sebagai driver ojol.

Sang suami juga sudah pernah memintanya untuk berhenti menjadi driver ojol. Tetapi, untuk menghidupi kedua anaknya yang masih SMP dan keadaan ekonomi yang mengharuskannya masih menumpang tinggal di rumah saudara, tidak dapat tertutupi hanya dengan pendapatan dari Hamzah. Mau tidak mau, Mahrurin harus tetap 'turun ke lapangan'.

Mahrurin juga dengan sengaja tidak memberitahukan kondisinya pada orang-orang terdekat. Menurut Naufal, Mahrurin beralasan ia tak ingin merepotkan orang lain karena kondisinya tersebut.


"Dia aja kalau misal lagi nyetir, terus ada kayak polisi tidur atau ya grenjel-grenjel jalan gitu atau jalan yang nggak bagus, nah dia tuh, maaf ya, sambil megangin payudaranya agar nahan sakit. Jadi dia selalu menjelaskan setiap bawa customer 'Maaf, Pak, kalau jalannya agak rusak, kita jalannya agak lambat ya'," lanjut Naufal.

Empat tahun tanpa pengobatan medis dan tetap memaksa kerja tentu menyebabkan kondisinya tak kunjung membaik. Kini dikabarkan kankernya telah menyebar ke sisi lainnya dan kulit di payudaranya sudah mengeras.

Naufal dan tim ACT menjumpai Mahrurin lewat laporan temannya dan berniat akan membantu dan mendukungnya sembuh. Dukungan mental lebih dibutuhkan Mahrurin agar kuat dan mau menjalani operasi pengangkatan tumor kanker payudara.

"Saya salut sama Bunda Mahrurin karena dia itu gigih. Meskipun dia harus menahan sakit, tapi dia tetap saja ngojek. Kadang-kadang diminta istirahat dua-tiga hari karena memang sakit banget, setelah itu ngojek lagi. Bunda ini juga orangnya nggak bisa diem, kalau diem di rumah malah semakin terasa sakitnya. Dia nggak pengin dilihat orang kayak orang sakit," katanya lagi.

Berkat seluruh dukungan dari orang sekitar dan tim ACT, Mahrurin menyanggupi untuk menjalani operasi. Dijadwalkan pada akhir Agustus nanti, sayangnya tak semua biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS. Pendapatan Mahrurin dan Hamzah tidak akan cukup untuk melunasi biaya tersebut.

"Bekerja sebagai driver ojol bukan jadi halangan untuk tetap berjuang sembuh dari kanker, saya ingin anak-anak melihat ibunya sehat," tutur Mahrurin.

Mahriana, ojol yang tervonis kanker payudaraMahriana, ojol yang tervonis kanker payudara Foto: Dok. Mahriana




Simak Video "Deteksi Dini Kanker Payudara, Ini Cara Mudah Lakukan SADARI"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)
News Feed