Kamis, 01 Agu 2019 15:10 WIB

Ernald, Bocah yang Viral Jualan Nasi Uduk Jadi Tulang Punggung Keluarga

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Ernald saat ditemui di rumahnya, di Kelurahan Bugel, Karawaci, Kota Tangerang. (Foto: Nabila Ulfa Jayanti/detikHealth) Ernald saat ditemui di rumahnya, di Kelurahan Bugel, Karawaci, Kota Tangerang. (Foto: Nabila Ulfa Jayanti/detikHealth)
Tangerang - Sosok Fernaldy atau Ernald viral setelah videonya saat jalan nasi uduk di RS Siloam Karawaci beredar. Ia berjualan untuk mengumpulkan pundi rupiah sebagai tulang punggung keluarga.

Fernaldy Angga Wijaya, remaja 17 tahun asal Bugel, Karawaci mengaku awalnya memang tak mudah. Ernald mulai berjualan pada 2017, di tahun yang sama saat ayahnya meninggal karena kanker.

Sejak itu, Ernald terpikir untuk mencari pundi rupiah sendiri dengan menjajakan nasi uduk dan gorengan di depan RS Siloam Karawaci. Hasil dagangan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bagi Ernald, mama, dan seorang adik perempuan.



Setiap hari Ernald mengayuh sepedanya dengan kotak berisi nasi uduk diikat di belakang, menempuh perjalanan satu jam. Hanya di tanggal merah ia akan beristirahat. Jika sepedanya bermasalah, ia memilih menggunakan angkot.

"Pas baru-baru jualan pernah ngerasa capek, malas. Udah ke sini-sini biasa aja sih. Emang butuh juga, udah terbiasa," tutur Ernald kepada detikHealth, Kamis (1/8/2019).
Sosok Ernald dalam video yang viral.Sosok Ernald dalam video yang viral. Foto: Tangkapan layar

Ernald memilih RS Siloam sebagai lokasi jualan karena banyaknya penjual nasi uduk di sekitar situ yang dilihatnya saat sang ayah masih dirawat dulu. Usaha Ernald menjajakan nasi tak selalu berjalan mulus. Seringkali ia kucing-kucingan dengan petugas keamanan RS Siloam.
Lebih sering ngusir satpam dalam, tapi enggak setiap hari. Paling yang tiap hari itu kayak patroli gitu. Dibilang 'Jangan jualan di sini'Fernaldy Angga Wijaya - Remaja penjual nasi uduk

"Lebih sering ngusir satpam dalam, tapi enggak setiap hari. Paling yang tiap hari itu kayak patroli gitu. Dibilang 'Jangan jualan di sini'," kata Ernald.



Meski sempat membuatnya trauma, Ernald belajar dari rekan-rekan sesama pedagang: jika terusir, nanti kembali lagi setelah aman. Bila dagangan belum habis, ia akan berjualan di tempat lain seperti pabrik atau pasar dan kembali ke rumah sekitar pukul 11.

Seporsi nasi uduk dijualnya seharga Rp 6 ribu. Sejak viral, dagangannya sering diborong habis dari pagi. Alhasil, ia bisa langsung pulang cepat.

Ernald mengungkapkan cita-citanya membangun usaha di masa depan.

"Pingin buka usaha, restoran gitu," katanya.

Ernald sempat terganggu dengan video viral tentang dirinya. Pasalnya dalam video tersebut, disebutkan dirinya berjualan karena ibunya sakit kanker. Faktanya, sang ibu dalam kondisi sehat walafiat.

Dampak dari cerita yang tidak sesuai fakta tersebut, Ernald kini jadi 'buruan' banyak orang. Hingga saat ini masih banyak komunitas dan yayasan yang mencarinya untuk menyalurkan donasi.

"Pikir aku ntar disangka orang aku ngebohong dikira nyari duit (dari ceritanya-red). Ntar disangka keluarga begitu. Padahal video itu yang ngomongnya salah," keluh Ernald.



Simak Video "Fakta Terkait Video Viral Anak yang Jualan di Depan RS Siloam"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed