Rabu, 07 Agu 2019 22:30 WIB

Mahasiswa Ini Nekat Terjun dari Pesawat, Karena Efek Samping Obat Malaria?

Firdaus Anwar - detikHealth
Jenazah Alana ditemukan dua minggu setelah dirinya nekat lompat dari pesawat. (Foto: BBC) Jenazah Alana ditemukan dua minggu setelah dirinya nekat lompat dari pesawat. (Foto: BBC)
Jakarta - Alana Cutland (19) dari Buckinghamshire, Inggris, pada 25 Juli 2019 lalu dilaporkan nekat bunuh diri dengan terjun bebas dari pesawat yang ditumpanginya. Jenazah Alana belakangan ditemukan di area pedesaan pada Selasa (6/8).

Kematian Alana menyisakan misteri karena tidak diketahui pasti kenapa tiba-tiba mahasiswi dari Universitas Cambridge yang sedang magang di Madagascar, Afrika, tersebut membuka pintu pesawat.


Menurut pengakuan sang paman, Alana sempat jatuh sakit selama magang diduga karena efek samping obat malaria yang dikonsumsinya. Dilaporkan juga beberapa kali Alana mengalami serangan paranoid.

Dikutip dari BBC pada Rabu (7/8/2019), polisi telah mengesampingkan kemungkinan reaksi negatif terhadap obat malaria yang diminum Alana. Namun demikian polisi juga tidak menganulir sama sekali teori tersebut.

Diketahui memang ada obat malaria bernama meflokuin yang bisa berefek samping memicu serangan panik, perubahan mood, hingga halusinasi.

Analisa toksikologi akan dilakukan pada jenazah untuk membantu mengungkap misteri.



Simak Video "Rasa Ingin Bunuh Diri Bisa Dicegah!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)