Senin, 12 Agu 2019 09:54 WIB

Suntik Stimulan ke Mr P, Pria Ini 2 Minggu Tak Berhenti Ereksi

Firdaus Anwar - detikHealth
Ereksi berkepanjangan bukan hal yang baik. (Foto: iStock) Ereksi berkepanjangan bukan hal yang baik. (Foto: iStock)
Jakarta - Danny Polaris dari Berlin, Jerman, mengalami kondisi ereksi permanen yang menyakitkan. Hal ini bermula saat dirinya mencoba mengonsumsi obat viagra sebelum pergi berkencan lalu disuntikkan stimulan ke penisnya.

Kepada PinkNews Danny bercerita bahwa ia sempat merasa baik-baik saja. Hingga akhirnya dua hari kemudian ia harus dilarikan ke rumah sakit dengan rasa nyeri hebat di penis.

Di rumah sakit Danny didiagnosis dengan kondisi priapism. Dijelaskan dokter kalau kondisi ereksi menyakitkan jangka panjang ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis jika tidak ditangani dengan baik.


Selama dua minggu Danny dirawat di rumah sakit dengan ereksi yang tak kunjung reda. Beberapa kali ia bercerita di halaman Instagram merasa ingin menangis atau ketakutan efek jangka panjang kejadian ini terhadap kondisi kesehatannya.

"Ada hari saya bangun dan menangis memikirkan betapa bodohnya saya. Tentang apa saja hal-hal yang hilang dari saya, apa yang bisa terjadi pada saya," kata Danny.

Kerabat mencoba membantu dengan membuka halaman penggalangan dana untuk Danny. Disebutkan kalau Danny harus beberapa kali menjalani operasi dan terapi agar penisnya bisa berfungsi kembali.

"Sejauh ini dia sudah menjalani lima prosedur menyakitkan pada penisnya, beberapa tanpa menggunakan anestesi, dan hanya sedikit yang berhasil sebagian, lainnya gagal. Dia sudah menunggu 11 hari agar gumpalan darah mengalir keluar dari penis, mungkin perlu 3-5 hari lagi," tulis halaman gofundme.



Simak Video "Tahukah Kamu Laki-laki Juga Punya Masa Subur?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)
News Feed