Kamis, 05 Sep 2019 05:00 WIB

Bangun dengan Leher Kaku, Gadis Ini Lumpuh Beberapa Jam Kemudian

Michelle Natasya - detikHealth
Bangun dengan keluhan nyeri leher, tak disangka jadi lumpuh (Foto: iStock) Bangun dengan keluhan nyeri leher, tak disangka jadi lumpuh (Foto: iStock)
Jakarta - Helen Fincham (21) seorang gadis asal Bridgend tidak akan pernah menyangka kehidupannya akan berubah drastis. Ia terbangun dengan leher kaku pada suatu pagi dan beberapa jam kemudian ia tidak bisa bergerak.

Dikutip dari Mirror, pagi itu, Helen bangun dan merasakan lehernya kaku sehingga ia memutuskan untuk berbaring sejenak. Beberapa jam kemudian ia merasakan dadanya sesak. Ia kesulitan bernapas dan merasakan sakit di bagian lengannya. Helen segera menelpon petugas paramedis.

"Saya tidak pernah sakit dalam hidup saya jadi saya tahu ada sesuatu yang salah," kata Helen.

Petugas paramedis datang dan melakukan elektrokardiogram (EKG). Namun, hasilnya ternyata bagus. Karena Helen tahu ada yang tidak beres, ia meminta agar dirinya dibawa ke rumah sakit.

"Mereka membantu saya berdiri dan kemudian saya jatuh. Saya menatap mereka heran mengapa saya tidak berdiri," ceritanya.

Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata Helen mengidap kondisi langka yang disebut transverse myelitis. Penyakit ini merupakan kelainan neurologis yang disebabkan oleh peradangan di sumsum tulang belakang dan memengaruhi sekitar 300 orang per tahunnya.



Sejauh ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan transverse myelitis. Tetapi, perawatan dan rehabilitasi dapat membantu pemulihan dan mengurangi gejalanya.

Helen menghabiskan waktu selama enam bulan di rumah sakit dan 1 tahun lagi di rehabilitasi. Saat ini Helen sudah mendapatkan kembali beberapa gerakan dan kekuatan di lengannya.

"Saya bisa menggerakkan tangan saya untuk makan sendiri tetapi saya tidak bisa memotong atau menyiapkan makanan," kata Helen.

Tiga tahun sejak kejadian tersebut, Helen masih harus bergantung pada pengasuhnya untuk melakukan banyak hal. Seperti mencuci pakaian, memandikannya, membantunya keluar dari mobil, dan masih banyak lagi.

"Aku perlu perawatan penuh. Aku tidak bisa berbuat banyak secara mandiri," katanya.



Helen sangat ingin melakukan aktivitas selayaknya perempuan di usianya. Ia tidak ingin terus menerus bergantung pada pengasuhnya. Helen bertekad untuk menjadi lebih kuat sehingga ia bisa lebih mandiri. Namun, terapi fisioterapi yang hanya dilakukan 15 menit seminggu membuat proses pemulihannya tergolong sulit.

"Saya membutuhkan fisio untuk membantu saya menjadi lebih kuat, dan semoga setelah saya lebih mampu, saya bisa menjadi lebih kuat secara alami," kata Helen.

Salah seorang teman Helen, Simon Green, telah menyiapkan penggalangan dana bagi Helen untuk mendukung perawatannya. Simon akan mengikuti New Forest Marathon menggunakan kursi rodanya dan akan mengambil bagian dalam Bournemouth Marathon. Semua uang yang terkumpul akan diberikan untuk Helen agar ia bisa menerima fisioterapi yang dibutuhkan.



Simak Video "Lumpuh Tak Jadi Alasan Nurjannah Berhenti Beraktivitas"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)